Forexchief

Rahmatrabani

Trader baru
3 Cara Bisnis Forex Tanpa Trading


Apabila Anda ingin mendapatkan keuntungan tambahan dari bisnis forex tanpa trading, maka tiga opsi ini layak untuk dipertimbangkan.

Trading forex merupakan pintu gerbang menuju prospek keuntungan besar bagi siapa saja yang ingin menekuninya. Namun, sebenarnya, keuntungan dari bisnis forex bukan hanya dapat diperoleh dari aktivitas trading saja. Bisnis forex melibatkan pula layanan dari banyak pihak yang berperan sebagai pendukung trader. Sebutlah broker forex dan jasa bantuan deposit-penarikan lokal (local exchanger), serta berbagai layanan lainnya.

Apabila Anda termasuk salah satu orang yang ingin mendapatkan keuntungan tambahan dari bisnis forex tanpa trading, maka terdapat berbagai alternatif yang dapat dipilih. Berikut ini tiga diantaranya yang telah terbukti profitable.

1. Afiliasi atau Introducing Broker (IB)

Inilah pilihan bisnis forex tanpa trading nomor satu yang sangat cocok bagi Anda yang berbakat dalam pemasaran (marketing). Hampir semua broker forex membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi afiliasi atau IB, yaitu bekerja memasarkan broker secara online ataupun offline untuk mendapatkan imbalan tertentu bagi setiap klien baru yang mendaftar ke broker melalu afiliasi atau IB tersebut.

Afiliasi dan IB berperan dalam pemasaran layanan-layanan broker dan rekrutmen klien baru, sehingga aktivitasnya lebih menyerupai kegiatan marketing daripada trading. Dalam aktivitas trading, trader akan membayar komisi dan spread dalam jumlah tertentu kepada broker. Selanjutnya, broker akan membayarkan sebagian tertentu dari komisi dan spread tersebut kepada afiliasi dan IB yang dahulu mengajak trader tersebut untuk bergabung dengan broker.

Biasanya, broker forex tidak membatasi bagaimana cara afiliasi dan IB mempromosikan mereka, asalkan tidak melanggar hukum. Properti promosi seperti banner, merchandise, dan bonus deposit pun sudah disediakan oleh broker. Karenanya, berbagai jenis strategi diterapkan oleh para afiliasi dan IB. Mulai dari membuat situs (website), memasang iklan media sosial, promosi door-to-door, menggelar seminar dan training, iklan radio dan koran, menawarkan bantuan deposit dan penarikan dana, menawarkan analisis harian secara cuma-cuma, membagikan robot trading gratis, memberikan rabat forex, dan lain sebagainya. Persaingan antar IB dan afiliasi umumnya berkutat pada topik seputar pelayanan (support) serta manfaat ekstra lainnya yang bernilai tambah tinggi, tetapi biayanya rendah.

2. Jasa Pembuatan Robot Trading (Expert Advisor)

Apakah Anda mahir dalam programming? Jika ya, maka Anda dapat mempelajari bahasa pemrograman MQL5 atau C# yang digunakan untuk membuat robot trading (Expert Advisor) pada platform Metatrader5 dan cTrader.

Banyak sekali trader pengguna kedua platform terpopuler tersebut yang ingin trading menggunakan robot, tetapi tak mampu atau tak punya waktu untuk coding sendiri. Ceruk ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan niche bisnis forex tanpa trading baru.

Promosikan jasa pembuatan robot Anda melalui forum-forum trader atau media sosial, lalu terima order yang masuk. Anda bisa memperoleh komisi dari pembuatan robot awal maupun maintenance-nya dan reparasi robot lawas. Siapa tahu juga, diantara order-order yang masuk, ada sistem trading unggulan yang dapat dicontek.

3. Situs Seputar Trading

Enggak trading, kok bikin situs tentang trading? Yah, bisa saja. Anda cukup membuat situsnya, lalu berkolaborasi dengan pihak lain untuk mendapatkan konten bagi situs tersebut. Misalnya:

  • Menjual buku-buku seputar trading dan meminta orang lain untuk membuat resensi buku-buku tersebut.
  • Mengundang Master Trader untuk menulis analisa dan tips-tips trading dalam situs tersebut.
  • Membahas pengalaman para Master Trader dan menjualkan tiket seminar bagi orang-orang yang berminat belajar langsung pada mereka.
  • Menjadi afiliasi broker dan menawarkan berbagai review.
  • Menjualkan robot trading yang dibuat oleh orang lain.
  • Menawarkan langganan sinyal trading dari pihak lain.
Anda juga bisa mengelola situs dengan topik umum (non-trading), tetapi sekedar menyisipkan iklan-iklan terkait trading dalam konten tertentu. Selain itu, masih banyak sekali opsi yang dapat dieksplorasi, jika Anda ingin berkecimpung dalam bisnis forex tanpa trading.

Pertimbangkan kompetensi dan minat Anda, kemudian pilihlah bisnis forex tanpa trading mana yang akan ditekuni. Manapun alternatif yang Anda pilih, ada satu hal yang pasti: kesuksesan bisa diperoleh dengan maupun tanpa trading forex, tetapi hanya orang-orang yang tekun dan pantang menyerah lah yang bisa meraih keberhasilan.

 

Rahmatrabani

Trader baru
3 HAL INI BISA MEMBUAT BISNIS FOREX ANDA GAGAL


Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, bisnis forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya.

Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis forex trading ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia bisnis forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan dalam bisnis trading forex ini.

Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan Risiko Bisnis Forex Trading

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa bisnis trading forex – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi risiko yang tidak boleh diremehkan.

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola risiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati risiko.

Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen risiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh.

Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun berlipat ganda, namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka?

Anda tentu tahu jawabannya, mereka akan rugi besar.

Inilah sebabnya manajemen risiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi dalam Bisnis Trading Forex

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan.

Tidak ada holy grail dalam trading forex, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil risiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian.

Sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka.

Melainkan yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian.

Jika misalnya mereka membuka transaksi buy namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari risiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata,

“The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak Terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes.

Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Diantaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka.

Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor risiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada risiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup.

Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar forex dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya.

Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading
 

Rahmatrabani

Trader baru
TRADING LOSS GARA-GARA FUNDAMENTAL? INI CARA MENGANALISANYA!


Sebagai salah satu teknik yang digunakan dalam trading forex, analisa fundamental dianggap tidak kalah penting dengan analisa teknikal. Seperti yang kita ketahui, pergerakan nilai mata uang asing akan selalu dipengaruhi oleh kondisi negara pemilik mata uang tersebut.

Jika perekonomian memburuk, nilainya akan menurun. Sebaliknya, jika perekonomian dalam kondisi baik maka nilai mata uangnya juga akan tinggi. Karena itu, trader yang menggunakan analisa fundamental dituntut untuk selalu memperbarui informasi terkait perekonomian dan memiliki wawasan luas agar bisa memaksimalkan trading.

Trader biasanya mencari berita forex, mengamati kemudian membandingkan pergerakan ekonomi antara satu negara dengan negara lain. Setelahnya, prediksi pasar dalam beberapa hari ke depan bisa diramalkan dengan lebih mudah. Dari semua informasi inilah, trader dapat memilih untuk memasang posisi beli atau jual.

Harga yang ada di pasar forex umumnya terbentuk karena sebuah pemberitaan. Ada berita yang dapat menggerakkan kenaikan hingga ratusan poin. Tapi ada juga pemberitaan yang tidak memberikan efek sama sekali.

Tugas seorang trader fundamental bukan hanya memperbarui informasi terkait ekonomi global, tapi juga mampu menganalisis jenis berita seperti apa yang berpengaruh terhadap pasar forex. Ingat bahwa yang memengaruhi pasar itu bukan hanya isi beritanya, tetapi bagaimana pasar bereaksi atas news tersebut.

Banyak trader yang mengalami loss besar bukan hanya karena ketinggalan berita ekonomi, tapi tidak tahu news seperti apa yang penting dan memengaruhi pasar forex. Lalu, berita seperti apa yang sebaiknya menjadi perhatian seorang trader fundamental dan bagaimana cara menganalisanya agar tidak loss?

Jenis-jenis Berita yang Memengaruhi Forex

Dari segi fundamental, secara garis besar ada 3 jenis pemberitaan yang memberikan pengaruh. Apa saja?

1. Pemberitaan terkait krisis politik dan ketegangan geopolitik

Kondisi politik dalam negeri sebuah negara adalah yang paling berpengaruh terhadap nilai mata uangnya. Beberapa gejolak politik yang berpengaruh antara lain adalah pemilihan umum, pergantian kepala negara, kerusuhan massal berkepanjangan hingga konflik bersenjata dapat membuat nilai mata uang negara tersebut terpengaruh.

2. Pengumuman suku bunga

Naik atau turunnya suku bunga suatu negara dapat memberikan efek yang dahsyat dalam pasar forex, terutama untuk mata uang negara bersangkutan. Pasca pengumuman perubahan tingkat suku bunga, perubahan harga dapat terjadi secara drastis. Ini karena ketika suku bunga dinaikkan, nilai tukar mata uang akan naik juga. Di sisi lain, penurunan suku bunga dapat menimbulkan reaksi penjualan atas mata uang tersebut.

3. Perilisan data ekonomi negara

Berita lain yang perlu diperhatikan trader fundamentalis adalah rilisnya data-data ekonomi negara terkait. Ada beberapa jenis data yang dapat memicu pergerakan harga yang signifikan antara 50 sampai 120 poin hanya dalam hitungan menit setelah perilisan. Jika setelahnya tidak ada berita yang lebih penting, efeknya bisa bertahan sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Untungnya, data-data ekonomi ini bisa diantisipasi lewat kalender ekonomi yang tersedia di internet. Dengan begitu, Anda tidak akan ketinggalan update-nya. Beberapa jenis data penting itu seperti laporan GDP (Gross Domestic Product), tenaga kerja baik non-farm payrolls maupun tingkat pengangguran, angka penjualan ritel atau retail sales dan lain sebagainya.


Cara Analisa Berita Forex yang Benar

Mengetahui jenis berita yang memengaruhi harga forex bukanlah satu-satunya kunci kesuksesan trading Anda. Mengandalkan berita mentah tanpa membandingkannya dengan faktor-faktor lain hanya akan membuat Anda loss. Lantas, bagaimana cara menganalisa berita forex untuk menghindari kerugian?

1. Pelajari ekonomi makro

Agar mampu melakukan analisa fundamental yang baik, Anda harus melakukan studi ekonomi secara global. Caranya adalah dengan mencari tahu dinamika siklus ekonomi, kebijakan keuangan bank sentral setempat hingga berbagai indikator lain yang penting.

Langkah yang pernah diambil oleh bank sentral di masa lalu punya relevansi besar terhadap keputusan di masa depan. Begitu juga dengan data histori ekonomi juga akan memengaruhi reaksi investor dalam melihat aman atau tidaknya sebuah negara. Jika trader menggunakan cara yang benar dalam analisa fundamental, sejarah ekonomi sebuah negara jauh lebih penting dan berpengaruh daripada fluktuasi sesaat.

2. Pahami keadaan moneter global

Kebijakan bank sentral dan kondisi moneter negara-negara maju juga perlu diketahui. Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi seperti:

  • Saat kebijakan moneter longgar pasca resesi, Anda bisa memilih aset finansial dan mata uang dengan risiko tinggi
  • Masa economic bubble akibat moneter longgar berkepanjangan membuat mata uang negara-negara lemah akan naik melebihi level wajar. Anda bisa melakukan short-selling di sini
  • Kebijakan moneter ketat pasca masa puncak menandai dimulainya siklus selanjutnya. Di masa ini, kurangi toleransi risiko dan pilih mata uang yang aman
  • Kebijakan moneter ketat dalam waktu lama akan membuat spekulan mundur beberapa langkah karena suku bunga naik. Negara-negara dengan ekonomi kuat akan mengalami kenaikan mata uang melebihi level wajar. Anda berpeluang melakukan short-selling di sini
3. Mempelajari perbedaan suku bunga dengan neraca pembayaran

Langkah terakhir untuk menentukan mata uang mana yang ingin dijual atau dibeli adalah dengan melihat selisih data moneter. Caranya adalah dengan membandingkan selisih neraca pembayaran dan suku bunga dari masing-masing negara yang mata uangnya akan Anda trading-kan.


Cara Analisa Fundamental dengan Menggunakan Forex Factory

Salah satu tempat di mana trader bisa mendapatkan informasi terkait berita forex adalah dengan menggunakan Forex Factory. Sebelum melakukan analisa, pertama samakan terlebih dulu zona waktu. Di bagian zona waktu, pilih GMT+7:00 (Bangkok, Hanoi, Jakarta). Selanjutnya pilih DST off dan simpan pengaturan. Anda juga bisa mem-filter berita terkait mata uang yang ingin di-trading-kan.

Penggunaan Forex Factory dapat Anda manfaatkan misalnya saat perilisan Non-farm Payrolls Amerika Serikat. Sebelum dirilis, perhatikan grafik USD/JPY. Selanjutnya, tentukan high dan low dari candle-candle pada hari tersebut.

Pasang Pending Order Buy pada harga tertinggi dengan take profit serta stop loss 30 poin. Gunakan risk and reward 1:1. Kemudian pasang Pending Order Sell Stop pada low dengan risk and reward yang sama. Kalau salah satu dari Pending Order tepat sasaran, tutup Pending Order lawannya. Jika hasil rilis bagus, Anda bisa meraup keuntungan.

Dapat disimpulkan bahwa dalam analisa fundamental, pemberitaan merupakan sumber informasi terpenting bagi para trader. Alih-alih hanya fokus pada isi beritanya, trader harus lebih memerhatikan reaksi pasar. Beberapa langkah analisa di atas dapat membantu Anda menentukan langkah yang benar dalam menanggapi setiap berita forex.

Perlu diingat bahwa tidak semua berita bisa dijadikan acuan mentah dalam analisa fundamental. Tetap ada beberapa informasi pendukung yang perlu dipertimbangkan. Meskipun trading forex tetaplah berisiko, tapi memadukan fundamental dengan teknikal bisa menjadi satu cara jitu untuk mendapatkan keuntungan yang Anda inginkan.


 

Rahmatrabani

Trader baru
Konsep Supply Dan Demand


Konsep penawaran dan permintaan (supply and demand) adalah sebuah konsep penting dalam perdagangan pada umumnya. Konsep ini digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan akan terus digunakan dalam segala jenis transaksi, baik di trading forex, saham, maupun di pasar tradisional. Kebanyakan orang memahami hal ini secara intuitif. Jika ada suatu barang yang diminati, pembeli bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi. Begitu juga dengan penjual tentu saja akan lebih senang jika dagangannya dibeli dengan harga tinggi. Di artikel ini, Anda akan diajak memahami lebih luas tentang kekuatan penawaran dan permintaan dalam kajian secara ilmiah.

Dimana Kekuatan Supply Dan Demand Berlaku

Pertama, Anda harus mengerti dimana kekuatan-kekuatan supply dan demand berlaku. Hal ini diasumsikan bahwa adanya supply dan demand berasal dari pasar. Sebetulnya pasar hanyalah sebuah kumpulan pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa tertentu.

Kekuatan penawaran dan permintaan mengacu pada perilaku pembeli dan penjual atau disebut sebagai pelaku pasar. Para pembeli menyediakan permintaan di pasar, sedangkan penjual menyediakan pasokan. Jenis-jenis pasar antara lain: pasar mata uang (forex), pasar saham, pasar ternak, dan lain sebagainya. Pasar-pasar tersebut memiliki fungsi dan jenis masing-masing yang berbeda-beda.

Pembeli Dan Penjual

Ciri supply dan demand adalah adanya begitu banyak pembeli dan penjual. pada model pasar persaingan sempurna, tidak satupun dari mereka yang dapat mempengaruhi pasar secara individu. Jadi, seorang supplier tidak akan bisa berbuat apa-apa pada market untuk mempengaruhi pasar walaupun ia memiliki modal yang besar. Karena hampir seluruh penjual maupun pembeli yang ada di pasar tersebut memanfaatkan produk yang sama dengan jenis yang sama pula, maka jika ada seorang penjual misalnya mampu menaikkan harga, banyak dari pelanggannya akan pergi ke tempat lain untuk mendapatkan barang yang sama dan tentunya lebih murah.

Contoh dari perdagangan pasar sempurna misalnya pasar mata uang (forex). Para pembeli dan penjual di pasar ini tidak bisa mempengaruhi harga pasar secara individual, tetapi hanya dapat menerima harga yang ditentukan oleh pasar dari kesepakatan penjual dan pembeli secara keseluruhan.

Penyeimbang Harga

Seperti yang Anda ketahui sebelumnya, pasar menentukan harga dengan adanya penawaran dan permintaan yang berfungsi sebagai penyeimbang harga. Jika Anda meninjau di pasar nyata terkadang banyak monopoli di market. Selain monopoli, terkadang ada juga oligopoli maupun monopoli kompetitif. Hal tersebut tidak mencerminkan keadilan yang sebenarnya karena hanya menguntungkan beberapa orang saja.

Dengan melakukan transaksi di forex market, maka Anda sudah melakukan transaksi di pasar persaingan sempurna. Seluruh transaksi baik penjualan maupun pembelian sepenuhnya dilakukan dari kesepakatan harga yang telah diberikan oleh pasar. Tidak ada yang memanipulasi dan dimanipulasi, seluruh harga yang diberikan oleh market apa adanya dari market itu sendiri.

Baca selengkapnya di: SeputarForex


 

Rahmatrabani

Trader baru
RAHASIA MEMBUAT SISTEM TRADING FOREX SENDIRI


Berikut langkah-langkah yang diperlukan dalam membangun sebuah sistem trading yang baik.

1. Menentukan time-frame

Hal pertama yang harus Anda tetapkan ketika membangun sistem trading Anda adalah dengan menentukan tipe trader seperti apa Anda ini.

Apakah Anda seorang day trader? atau Swing trader?

Apakah Anda suka memantau chart setiap hari?

Seminggu sekali? atau mungkin sebulan sekali?

Ketika Anda melakukan trading, berapa lama biasanya Anda menahan posisi terbuka?

Unsur-unsur yang disebutkan di atas akan membantu Anda dalam menentukan berapa time-frame yang akan Anda pergunakan.

Meskipun misalnya Anda ingin bertransaksi menggunakan metode multiple time-frame analysis, tentukan time-frame utama mana yang biasanya Anda pergunakan untuk mencari signal trading sebagai acuan dalam menentukan entry posisi.

2. Menentukan indikator trend

Tujuan utama sistem trading adalah mengidentifikasi trend sedini mungkin. Artinya, Anda selayaknya memanfaatkan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut. Misalnya Moving Average (MA) – yang merupakan salah satu indikator trend yang cukup populer.

Para trader biasanya mempergunakan dua buah MA dengan periode yang berbeda dan menunggu hingga terjadi perpotongan antara kedua MA tersebut. Metode tersebut merupakan metode dasar yang dikenal dengan metode Moving Average (MA) Crossover.

Teknik yang paling sederhana dari metode ini merupakan cara tercepat dan termudah dalam mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Memang ada banyak metode forex trading untuk mengenali trend lainnya, namun MA merupakan salah satu yang paling mudah untuk dipergunakan.

3. Menggunakan indikator yang bisa mengkonfirmasi trend

Target lain dari sebuah sistem trading adalah agar ia mampu menghindari whipsaw. Anda tentu tidak mau terjebak oleh sinyal palsu, dan salah satu cara menghindarinya adalah dengan memastikan sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang berlangsung.

Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator yang termasuk golongan momentum atau Oscillator. Ada banyak indikator teknikal yang bisa dipergunakan sebagai sinyal yang mengonfirmasi trend.

Selain itu Anda juga bisa mempergunakan MACD atau RSI.
Silakan Anda mencoba beberapa jenis indikator forex.

Jika Anda sudah terbiasa maka Anda akan menemukan indikator mana yang sekiranya cocok dengan gaya trading Anda lalu masukkan ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

4. Menetapkan batasan risiko

Dalam membangun sistem trading, sangat penting menentukan tingkat toleransi atau batasan risiko. Memang tidak banyak orang yang suka membicarakan kerugian, namun pada kenyataannya trader forex yang baik adalah trader yang mampu berpikir untuk membatasi berapa besar kerugian yang mungkin bisa ia derita.

Mereka selalu memikirkan risiko terlebih dahulu sebelum membayangkan berapa besar keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Tingkat toleransi risiko pada masing-masing orang tentu berbeda-beda. Anda memang harus menentukan batasan risiko namun tetap harus dalam batas kenyamanan Anda sendiri.

Jadi jangan bulat-bulat meniru trader lain yang toleransi risikonya lebih tinggi daripada Anda. Ini erat kaitannya dengan money management, yang memegang peranan sangat penting dalam trading forex.

5. Menentukan aturan entry dan exit

Ada trader yang membuka posisi setelah semua indikator yang dipergunakan terlihat memberikan sinyal meskipun candlestick belum close. Ada pula yang lebih suka menunggu hingga candlestick close.

mengikuti pendapat yang ke-2, yaitu menunggu hingga candlestick close. Alasannya karena seringkali ternyata indikator teknikal berubah setelah candlestick close, dan sinyal yang tadinya tampak telah terkonfirmasi ternyata menghilang.

Namun sebenarnya itu hanya masalah gaya trading saja. Trader yang tidak merasa perlu menunggu konfirmasi candlestick biasanya adalah tipe trader yang agresif.

Sementara itu ada beberapa opsi untuk aturan exit. Salah satunya menggunakan trailing stop. Cara lain adalah dengan menetapkan target dan hanya akan menutup transaksi ketika target telah tercapai.

Banyak yang menggunakan support dan resistance sebagai acuan target, sementara ada pula yang hanya menetapkan target dalam bentuk sekian pip.

Anda juga bisa menggunakan sinyal-kontra sebagai aturan exit.

Misalnya jika Anda masuk posisi buy berdasarkan MA golden cross (MA memotong dari bawah ke atas), maka Anda hanya akan menutup posisi tersebut jika terjadi MA death cross (MA memotong dari atas ke bawah), dan sebaliknya.

Oh ya, ingat bahwa aturan exit tidak hanya berlaku saat profit saja. Anda juga harus menerapkan aturan exit saat terjadi loss. Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda akan selalu menjalankannya.

Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu cepat sebelum kondisi atau aturan yang telah Anda tetapkan terpenuhi. Apa pun yang terjadi – stick to the plan!

6. Tulis aturan sistem trading Anda dan patuhi!

Tuliskanlah aturan sistem trading Anda dan selalu patuhi. No matter what!

Inilah langkah paling penting dalam menciptakan sistem trading. Disiplin adalah salah satu sikap yang harus dimiliki seorang trader. Tidak ada sistem trading yang bisa berhasil dengan baik jika Anda tidak disiplin dalam mematuhi aturan sistem trading tersebut.

7. Menguji sistem trading Anda

Lakukan backtesting dan terapkan semua aturan sistem trading. Cara termudah untuk menguji sistem trading yang baru Anda buat adalah dengan menggunakan Strategy Tester yang tersedia di MetaTrader. Cara ini biasa disebut backtesting.

Terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin. Ini penting. Sangat penting. Pergunakan data harga yang cukup. Minimal pergunakan data pergerakan harga dua atau tiga tahun ke belakang agar Anda tahu apakah sistem Anda bisa mengikuti dinamika pasar atau tidak.

Jika hasil backtesting Anda cukup memuaskan, lanjutkan ke tahap pengujian ke-2, yaitu forward testing dengan menggunakan demo account. Lakukan forward testing setidaknya dua bulan.

Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk “merasakan” kinerja sistem trading Anda secara live. Selain itu, kesabaran dan kedisiplinan Anda akan kembali diuji dengan pergerakan market secara real time.

Setelah dua bulan, Anda akan mengetahui apakah sistem tersebut benar-benar bisa Anda pergunakan atau tidak.

Jika hasil demo account masih memuaskan dan Anda sudah cukup percaya diri dengan sistem trading yang Anda ciptakan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam real account forex trading.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Antara Belajar Trading Forex Dan Menerbangkan Pesawat

Sebelum memulai trading secara real, kita banyak dianjurkan untuk membuka akun demo terlebih dulu. Dengan akun demo, Anda dapat trading dengan uang palsu dan bisa mencoba bagaimana melakukan trading seperti sesungguhnya.

Tujuan berlatih dengan akun demo adalah untuk belajar mengenali cara bertrading sekaligus memperbanyak pengalaman meski hanya sekedar dengan uang virtual. Tujuan akhir dari penggunaan demo tentunya adalah agar Anda siap untuk bertransisi ke akun real. Meski demikian, pada prakteknya transisi dari akun demo ke akun real bisa rumit dan butuh penyesuaian. Hal ini tidak jauh berbeda dengan perbandingan antara belajar menerbangkan pesawat menggunakan simulator versus menerbangkan pesawat nyata untuk pertama kalinya.

Secara teori, jika Anda telah menguasai simulator penerbangan, maka tidak akan masalah bagi Anda untuk menerbangkan pesawat aslinya. Pada kenyataannya, saat pertama kali Anda menerbangkan pesawat sungguhan, Anda akan dikuasai oleh rasa gugup dan khawatir. Demikian juga ketika Anda hendak open position menggunakan uang nyata untuk pertama kalinya saat trading. Karena sebelumnya Anda hanya menggunakan uang virtual, maka emosi trading Anda akan berubah saat pertama kali menjalankan akun real.

Resiko menerbangkan pesawat dengan ceroboh dapat membahayakan keselamatan nyawa Anda. Begitu pula di forex, jika Anda terlalu sembrono maka resiko terburuk adalah Anda akan kehilangan semua modal Anda. Terbang memerlukan lepas landas, mematuhi aturan terbang yang aman, dan mendarat dengan aman. Begitu juga dengan forex trading. Ia memerlukan sistem trading yang mapan, mengikuti sinyal trading untuk entry, dan menutup posisi sesuai dengan perhitungan manajemen resiko yang aman. Para pilot terbaik selalu mengutamakan keselamatan. Begitu pula seharusnya trader forex, langkah-langkah yang dapat mengamankan keselamatan modal seharusnya dijadikan sebagai priotitas utama.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Belajar Forex Dari Sistem Trading Terburuk


Baru-baru ini di suatu forum trader, ada seorang member yang memberikan pengumuman yang menurut saya agak aneh. Bunyinya, "Dicari EA yang dijamin selalu loss". Lho, buat apa cari Expert Advisor yang dijamin loss?

Ternyata, dia berharap bisa menggunakan sinyal dari EA tersebut sebagai sinyal terbalik. Entah bagaimana cara dia mencari atau memanfaatkan EA yang dijamin selalu loss itu dan saya takkan mengulasnya di sini. Namun, melihat pengumuman tersebut membuat saya berpikir, memang ada baiknya kita mengetahui hal terburuk supaya kita bisa mengetahui di mana letak kesalahan atau kelemahannya, agar kelak bisa menghindarinya.

Nah, sehubungan dengan sistem trading, saya pernah membaca tentang satu metode yang dikatakan sebagai sistem trading terburuk yang pernah ada. Memang sih, sistem trading tersebut memiliki rekor terburuk ketika digunakan sistem trading di pasar saham. Namun, tak ada salahnya kita coba lihat, siapa tahu kita bisa ambil pelajaran dari sistem trading terburuk tersebut.

Sistem Trading Terburuk

Metode yang disebut-sebut sebagai sistem trading terburuk tersebut dikenal dengan istilah Average Down. Inti dari strategi ini adalah, trader melakukan aksi buy di saat tren sedang turun (harga bergerak berlawanan dengan keinginan trader), dan aksi buy ini dilakukan berulang-ulang selama tren terus menerus turun. Tujuan asalnya adalah mencari harga terendah dan mencoba menurunkan harga rata-rata saham yang sudah dibeli tersebut, sehingga apabila nantinya harga mulai naik, kita bisa menjual dengan keuntungan yang lebih tinggi.

Contohnya, katakanlah harga per lembar saham saat itu USD50 dan kita membeli sebanyak 1 lot. Harga kemudian turun menjadi USD40 per lembar. Bukannya melakukan Cut Loss, kita justru melakukan pembelian lagi sebanyak 1 lot pula, sehingga harga rata-rata 2 lot saham yang kita miliki adalah USD45. Jika harga ternyata masih turun lagi, kita kembali melakukan aksi beli kembali dengan tujuan untuk makin mengurangi harga rata-rata saham yang sudah kita miliki. Demikian seterusnya.

Nah, sudahkah terbayang bagaimana seandainya harga terus turun dan tak juga berbalik naik, padahal persediaan dana trader terbatas? Wah… menurut saya, itu sih sama saja dengan membuang uang.

Terbayangkah bila kita melakukan strategi yang sama di pasar forex? Mungkin Anda berpendapat, melawan trend seperti itu bisa saja kita lakukan apabila Money Management kita kuat.

Saya tak bermaksud mengatakan kalau melawan tren itu salah. Toh, kata para master, tak ada posisi yang "salah" dalam trading. Tapi… mari kita berpikir secara rasional saja. Buat apa "menyia-nyiakan" margin kita untuk mengulang posisi yang masih floating (jauh) negatif? Bukankan akan lebih menguntungkan secara rasional untuk menggunakan margin di posisi yang searah dengan trend saja!? Walaupun seandainya tren memang kemudian berubah arah dan floating negatif tersebut akhirnya ter-closed positif, bukankah kita tetap rugi waktu!?

Poin-poin yang Dapat Dipelajari Trader

Dalam ilmu ekonomi, apalagi bila berhubungan dengan investasi, kita harus selalu menghitung biaya kesempatan alias Opportunity Cost. Makna Opportunity Cost adalah kerugian karena kita tak memanfaatkan suatu alternatif bagus lantaran memilih alternatif lain pada waktu yang sama.

Jadi, seandainya kita memelihara posisi floating minus tersebut selama seminggu, kita seharusnya berpikir bahwa kita telah menyia-nyiakan modal trading kita selama seminggu tersebut, karena masih terpakai untuk menjaga posisi floating yang entah kapan akan berakhir. Akibatnya, kita jadi kehilangan kesempatan menggunakan modal tersebut untuk melakukan open position lain yang kemungkinan bisa menghasilkan profit lebih cepat dan atau lebih banyak.

Oke, jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sistem trading terburuk ini? Kalau boleh saya simpulkan di sini, ada empat hal:
  1. Jangan trading dengan menentang tren.
  2. Jangan terlalu percaya diri dan keras kepala mempertahankan pendapat, padahal pasar kemungkinan sudah memberikan sinyal berbeda.
  3. Jangan ragu untuk melakukan Cut Loss atau mengeksekusi Stop Loss, alias meng-"amputasi" posisi merugi sebelum kerugian makin membengkak.
  4. Saat dihadapkan pada banyak sinyal trading pada tempo bersamaan, pilihlah yang potensi profit dan risikonya paling proporsional. Jangan sampai kita harus menanggung Opportunity Cost karena salah mengeksplorasi peluang yang profitabilitasnya paling buruk dan risikonya paling tinggi.

 

Rahmatrabani

Trader baru
8 CIRI BAHWA ANDA COCOK MENJADI TRADER FOREX


Apakah pernah ada teman yang mengajak Anda untuk melakukan transaksi trading forex di Indonesia? Apakah Anda merasa cukup pintar dalam memahami pasar, namun tidak terlalu yakin tentang hal itu?

Berikut ini ada 8 hal yang bisa menjadi pertanda bahwa sebenarnya deep inside Anda berpotensi menjadi trader forex yang handal. Penasaran ciri apa saja yang ada pada diri Anda? Yuk kita kupas.

1. Anda cenderung menggunakan otak kiri

Otak kiri manusia berperan dalam logika dan analitik. Analisis dan logika merupakan hal yang dimiliki oleh trader sukses. Dua hal itulah yang membantu trader untuk menafsirkan apa yang diperlihatkan oleh grafik pergerakan harga. Seorang trader akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi atau tidak berdasarkan segala pertimbangan logisnya.

2. Analisa menarik bagi Anda

Anda merasa tertarik dan bersemangat ketika harus melakukan analisa forex. Jika Anda adalah seseorang yang senantiasa melakukan analisa akan segala hal, mulai dari hobi bermain game hingga suka strategi memikirkan hal-hal detil dalam menentukan rute untuk menghindari kemacetan, berarti Anda memiliki modal untuk menjadi trader handal.

3. Mampu mengendalikan emosi

Kualitas ini dimiliki oleh semua trader sukses. Stabilitas emosi merupakan kunci untuk mempertahankan disiplin dalam trading. Jadi, jika Anda adalah orang yang bisa mengendalikan emosi, tidak mudah merasa sedih atau marah, artinya Anda sudah memiliki bakat dasar untuk menjadi trader forex.

4. Mampu menyerap informasi dengan cepat

Ada orang yang harus membaca sebuah paragraf selama berjam-jam sebelum mampu memahami maksud paragraf tersebut. Mereka harus membacanya berulang-ulang sebelum benar-benar mengerti ide tulisannya.

Ada pula orang yang cukup membaca satu halaman buku dalam beberapa belas detik saja lalu mampu menyimpulkan apa yang dimaksud oleh tulisan itu. Jika Anda termasuk golongan ini, itu adalah modal yang baik untuk menjadi seorang forex trader.

5. Bukan penakut dan bukan peragu

Ketika sudah mengambil keputusan, tidak pernah ada rasa ragu atau takut keputusan tersebut akan salah. Jika Anda memiliki kualitas ini, maka Anda sebenarnya sangat berpotensi menjadi trader jempolan.

Seorang trader sukses tidak akan ragu untuk menekan tombol beli atau jual segera ketika analisanya mengatakan itulah saatnya melakukan aksi. Ia selalu memiliki rasa percaya diri dalam kadar yang terkontrol; tidak terlalu percaya diri, tidak pula kurang percaya diri.

6. Tidak takut menjadi minoritas

Seorang trader yang hebat tidak peduli jika ternyata analisanya berbeda dengan analisa kebanyakan orang. Trader yang hebat tidak suka senantiasa mengekor pendapat orang lain.

Jika ia memiliki pendapat sendiri berdasarkan analisa yang telah dibuatnya, ia akan bersungguh-sungguh berpegang pada analisa tersebut meskipun mayoritas orang di sekitarnya menentang analisanya tersebut.

Pada kenyataannya, "pengekor" dalam dunia trader seringkali keluar sebagai pecundang. Sementara ia yang teguh keyakinan seringkali keluar sebagai pemenang. Jadi, jika Anda tak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain yang berbeda, maka sepertinya Anda perlu mencoba menjadi seorang trader forex.

7. Ingin membuktikan kebenaran suatu teori

Perlu Anda ketahui, bahwa di dunia forex trading banyak sekali orang yang menawarkan "bantuan yang menggiurkan." Banyak sekali orang yang mengklaim bahwa ia memiliki sebuah strategi trading yang luar biasa hebat, dan berupaya menawarkan bantuan tersebut kepada Anda.

Tentunya tidak gratis, ada biaya yang harus Anda keluarkan. Anda harus membeli "ilmunya" itu dengan harga tertentu yang seringkali tak masuk akal.

Trader pintar akan selektif memilih penawaran tersebut. Ia tidak akan mudah percaya begitu saja, melainkan akan membuktikan terlebih dahulu klaim tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri. Baginya, "If it's sounds too good to be true, it's not true at all until proven otherwise."

Jika Anda pun selalu selektif dan berhati-hati dalam menerima sebuah penawaran, berbahagialah karena itu merupakan salah satu ciri trader sukses.

8. Bisa profit konsisten di akun demo

Jika Anda sudah mulai mempelajari pasar forex melalui akun demo forex, mempelajari pasar dengan serius, mempelajari cara membangun sebuah strategi trading, lalu melakukan transaksi berdasarkan analisa dan data kemudian berhasil mengumpulkan profit dengan konsisten meskipun tidak besar, maka itu adalah modal yang cukup baik untuk bisa menjadi trader forex sungguhan dengan uang sungguhan pula. Anda tinggal selangkah lagi untuk menjadi trader sukses dengan membuka akun real trading forex.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Sukseskan Belajar Trading Forex Dengan Evaluasi Mingguan


Apa yang Anda lakukan saat akhir pekan? Mmm… berhubung market sedang libur, apabila pertanyaan tersebut dilontarkan kepada saya, saya akan jawab: tidur sepuasnya. Iya sih, akhir pekan memang saat istirahat dari kegiatan trading. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak melakukan kegiatan apapun yang sehubungan dengan trading. Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya saat akhir pekan kita mereview kembali history transaksi yang telah kita lakukan sepanjang pekan.

Eits, jangan protes dulu. Mungkin Anda merasa, selama akhir pekan, sebaiknya kita istirahat total dari segala kegiatan yang berbau chart. Itu pilihan masing-masing trader sih. Malahan ada teman trader yang sama sekali tidak mau menyentuh PC atau laptop selama akhir pekan. It’s okay, deh. Maksud saya mengusulkan untuk me-review transaksi yang telah kita lakukan selama sepekan adalah sekedar mengetahui apabila ada kesalahan yang telah kita lakukan dan memahaminya agar tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.

Belajar Trading Forex Butuh Ketelitian

Trading forex itu kegiatan yang memerlukan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran; selain tentunya keberanian untuk mengambil keputusan. Saya ingin menggarisbawahi perlunya ketelatenan dan kesabaran di sini. Salah seorang teman dan mentor saya mengatakan, bahwa dalam trading, perlu adanya ilmu "titen". Hehehe… apa lagi itu?

Maksudnya, dalam trading, kita perlu mengamati dan mengingat-ingat satu kejadian dan apa pengambilan keputusan saat kejadian itu. Apabila hasil dari pengambilan keputusan itu ternyata buruk, alias kita menderita loss atau bahkan mungkin terkena Margin Call (MC), maka kita perlu waspada, apabila di kemudian hari kita menghadapi kondisi yang sama. Jangan sampai kita mengulangi lagi keputusan yang salah tadi.

Lebih lanjut lagi, apabila kita menemukan kejadian yang sama, ada baiknya kalau pengambilan keputusan kita coba dibalik. Maksudnya, apabila saat yang lalu kita, misalnya, melakukan pending order berupa sell limit, maka pada kejadian yang sama di kemudian hari, kita coba untuk melakukan transaksi yang sebaliknya, misalnya buy stop.

Terus terang saya sangat terkesan dengan transaksi pending order berupa sell limit, karena sudah dua kali saya kena MC gara-gara over-self-confidence memasang sell limit ini. Sekarang, apabila saya menghadapi kondisi yang sama seperti saat dulu saya gagal dengan transaksi sell limit itu, saya akan memasang buy stop.

Rajin-Rajinlah Rekam Posisi

Trading Bagaimana kita bisa mengingat begitu banyak transaksi yang pernah kita lakukan? Mmm… salah satu tips yang mungkin bisa Anda coba adalah: rajin-rajinlah meng-capture chart beserta posisi yang Anda ambil. Kalau perlu, setelah posisi tersebut ter-closed, capture sekali lagi. Atau gampangnya, capture chart kita secara berkala, untuk mengetahui apakah posisi yang kita ambil sudah tepat di setiap kondisi. Kita bisa sewaktu-waktu melihat kembali dan belajar dari catatan transaksi kita, bagaimana sebaiknya menghadapi setiap kondisi market.

Oke deh, bukan maksud hati menganjurkan Anda terus berkutat dengan perkara trading forex ini. Toh sebenarnya review ini bisa kita lakukan kapan saja, tidak harus bener-bener di hari Sabtu atau Minggu kok. Bisa saja setiap hari Jumat menjelang market tutup, atau kapan saja Anda merasa perlu.

Selain belajar dari kesalahan kita sendiri, kita juga bisa belajar dari kesalahan orang lain. Salah seorang teman dan mentor saya malah berpesan, "Kalau abis MC bilang-bilang yaa, ntar minta capture transaksi penyebab MC itu". Bukan maksud mengolok-olok kok. Justru, dari kesalahan yang terjadi, kita bisa ambil pelajaran dari situ.

Inti yang ingin saya sampaikan di sini: Selalulah belajar dari kesalahan. Jangan ulangi kesalahan yang sama, akan tetapi ambil kebalikannya. Dalam trading forex, history itu selalu berulang, jadi kita bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan yang pernah kita lakukan, seperti yang pernah saya diskusikan dengan partner diskusi, teman dan mentor saya, Rizqi. Oke, selamat berakhir pekan, sampai ketemu lagi di market Senin depan.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Mulai Belajar Trading Forex

Berawal dari kegagalan minggu pertama yang berbuah Margin Call, saya kemudian bertemu dengan rekan-rekan trader yang lebih senior. Tak hanya itu, saya juga menemukan forum tempat para trader bisa sharing, saling berbagi pengalaman dan memberikan semangat. Ternyata, belajar dengan bimbingan mentor dan komunitas forum itu jauh lebih mudah, dibanding belajar sendiri lewat e-book maupun site-site atau bahkan kursus-kursus singkat. Mengapa? Karena mentor dan teman-teman di forum, selain berfungsi mengarahkan apa yang perlu kita pelajari, juga bisa memberikan dorongan semangat dalam menghadapi situasi yang terkadang tidak sesuai harapan.

Saya masih ingat, ketika pada suatu saat saya mengalami MC (untuk kesekian kalinya), saya kemudian laporan ke mentor saya. Ternyata beliau cuma berkomentar, "MC? biasa, ambil aja pelajaran dari situ dan jangan lakukan kesalahan yang sama." Teman-teman di forum juga bisanya justru memberikan semangat dan dorongan untuk terus belajar bagi teman-teman yang mengalami loss maupun MC.

Dari kejadian itulah akhirnya saya menyimpulkan bahwa mempunyai mentor dan komunitas akan lebih memudahkan kita belajar trading, sehingga waktu yang diperlukan juga menjadi relatif singkat. Selain itu, sharing bisa memudahkan kita untuk berbagi semangat dan dukungan satu sama lain, sehingga proses belajar menjadi lebih cepat dan menyenangkan. Sangat jauh berbeda ketika saya mencoba belajar sendiri yang hasilnya juga amburadul. Nah, itulah sebabnya, saya sangat menganjurkan kepada teman-teman yang ingin belajar trading forex untuk mencari mentor sebagai pembimbing utama dalam proses belajar trading.

Bagaimana Cara Menemukan Mentor Yang Tepat?

Memang belajar di bawah arahan mentor bisa mempersingkat waktu belajar trading forex kita. Namun pertanyaannya adalah, mentor seperti apa yang tepat untuk dijadikan pembimbing? Barangkali beberapa kriteria mentor di bawah ini dapat dijadikan dasar untuk menemukan mentor yang tepat:

  1. Mentor trading forex juga harus seorang trader. Ada baiknya demikian, karena belajar dengan mentor yang tidak berprofesi sebagai trader, atau tidak memiliki pengalaman dalam trading, bisa jadi cukup menyulitkan. Ketahui juga rekam jejak karirnya (histori) sehingga kualifikasi seorang mentor sekaligus trader jadi lebih meyakinkan.
  2. Seorang pembimbing trading forex harus realistis, artinya mentor harus bisa menjelaskan tentang kondisi pasar, manajemen risiko, serta hal-hal mendasar penting lainnya. Mentor yang hanya menjanjikan profit tanpa loss hendaknya diwaspadai. Sebaliknya, mentor yang realistis bisa menjelaskan bagaimana memperoleh profit yang konsisten.
  3. Pastikan mentor menguasai materi. Untuk mengetahui apakah mentor menguasai materi, bisa dilihat dari jawaban yang ia berikan, apakah memuaskan atau tidak.
  4. Mentor trading forex yang baik mau memberikan evaluasi. Seorang pembimbing trading forex selayaknya mau memberi penilaian pada kekurangan kita untuk bisa diperbaiki, tidak hanya mengejar materi bimbingan agar cepat selesai. Trading forex adalah proses, sehingga dibutuhkan Follow Up untuk memonitori perkembangan trading selama ini.
  5. Yang paling penting dan paling utama adalah, seorang mentor hendaknya orang yang sabar. Belajar trading forex agaknya cukup membingungkan, sehingga perlu kiranya seorang mentor yang sabar dan telaten.
Lalu, dimana kira-kira mentor yang seperti kriteria di atas biasa dijumpai? Kalau saran saya, aktiflah di forum-forum ataupun chat room yang membahas tentang forex. Anda bisa mengamati dari post-post yang ada, mana trader yang senior dan kelihatan sabar serta mampu memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Rajinlah bertanya, tunjukkan bahwa kita serius mau belajar. Biasanya sih mereka akan dengan senang hati membantu dan menerima kita jadi murid. Tapi perlu diingat juga, sesabar-sabarnya mentor kita, jangan selalu berharap mereka menjelaskan panjang lebar tentang hal-hal dasar dalam forex yang sebenarnya bisa kita dapatkan jawabannya dari berbagai artikel forex. Kunci dari belajar trading adalah jangan pernah berputus asa dan terus mencoba. Gunakan juga akun demo agar proses belajar trading forex lebih optimal.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Mulai Belajar Trading Forex

Berawal dari kegagalan minggu pertama yang berbuah Margin Call, saya kemudian bertemu dengan rekan-rekan trader yang lebih senior. Tak hanya itu, saya juga menemukan forum tempat para trader bisa sharing, saling berbagi pengalaman dan memberikan semangat. Ternyata, belajar dengan bimbingan mentor dan komunitas forum itu jauh lebih mudah, dibanding belajar sendiri lewat e-book maupun site-site atau bahkan kursus-kursus singkat. Mengapa? Karena mentor dan teman-teman di forum, selain berfungsi mengarahkan apa yang perlu kita pelajari, juga bisa memberikan dorongan semangat dalam menghadapi situasi yang terkadang tidak sesuai harapan.

Saya masih ingat, ketika pada suatu saat saya mengalami MC (untuk kesekian kalinya), saya kemudian laporan ke mentor saya. Ternyata beliau cuma berkomentar, "MC? biasa, ambil aja pelajaran dari situ dan jangan lakukan kesalahan yang sama." Teman-teman di forum juga bisanya justru memberikan semangat dan dorongan untuk terus belajar bagi teman-teman yang mengalami loss maupun MC.

Dari kejadian itulah akhirnya saya menyimpulkan bahwa mempunyai mentor dan komunitas akan lebih memudahkan kita belajar trading, sehingga waktu yang diperlukan juga menjadi relatif singkat. Selain itu, sharing bisa memudahkan kita untuk berbagi semangat dan dukungan satu sama lain, sehingga proses belajar menjadi lebih cepat dan menyenangkan. Sangat jauh berbeda ketika saya mencoba belajar sendiri yang hasilnya juga amburadul. Nah, itulah sebabnya, saya sangat menganjurkan kepada teman-teman yang ingin belajar trading forex untuk mencari mentor sebagai pembimbing utama dalam proses belajar trading.

Bagaimana Cara Menemukan Mentor Yang Tepat?

Memang belajar di bawah arahan mentor bisa mempersingkat waktu belajar trading forex kita. Namun pertanyaannya adalah, mentor seperti apa yang tepat untuk dijadikan pembimbing? Barangkali beberapa kriteria mentor di bawah ini dapat dijadikan dasar untuk menemukan mentor yang tepat:

  1. Mentor trading forex juga harus seorang trader. Ada baiknya demikian, karena belajar dengan mentor yang tidak berprofesi sebagai trader, atau tidak memiliki pengalaman dalam trading, bisa jadi cukup menyulitkan. Ketahui juga rekam jejak karirnya (histori) sehingga kualifikasi seorang mentor sekaligus trader jadi lebih meyakinkan.
  2. Seorang pembimbing trading forex harus realistis, artinya mentor harus bisa menjelaskan tentang kondisi pasar, manajemen risiko, serta hal-hal mendasar penting lainnya. Mentor yang hanya menjanjikan profit tanpa loss hendaknya diwaspadai. Sebaliknya, mentor yang realistis bisa menjelaskan bagaimana memperoleh profit yang konsisten.
  3. Pastikan mentor menguasai materi. Untuk mengetahui apakah mentor menguasai materi, bisa dilihat dari jawaban yang ia berikan, apakah memuaskan atau tidak.
  4. Mentor trading forex yang baik mau memberikan evaluasi. Seorang pembimbing trading forex selayaknya mau memberi penilaian pada kekurangan kita untuk bisa diperbaiki, tidak hanya mengejar materi bimbingan agar cepat selesai. Trading forex adalah proses, sehingga dibutuhkan Follow Up untuk memonitori perkembangan trading selama ini.
  5. Yang paling penting dan paling utama adalah, seorang mentor hendaknya orang yang sabar. Belajar trading forex agaknya cukup membingungkan, sehingga perlu kiranya seorang mentor yang sabar dan telaten.
Lalu, dimana kira-kira mentor yang seperti kriteria di atas biasa dijumpai? Kalau saran saya, aktiflah di forum-forum ataupun chat room yang membahas tentang forex. Anda bisa mengamati dari post-post yang ada, mana trader yang senior dan kelihatan sabar serta mampu memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Rajinlah bertanya, tunjukkan bahwa kita serius mau belajar. Biasanya sih mereka akan dengan senang hati membantu dan menerima kita jadi murid. Tapi perlu diingat juga, sesabar-sabarnya mentor kita, jangan selalu berharap mereka menjelaskan panjang lebar tentang hal-hal dasar dalam forex yang sebenarnya bisa kita dapatkan jawabannya dari berbagai artikel forex. Kunci dari belajar trading adalah jangan pernah berputus asa dan terus mencoba. Gunakan juga akun demo agar proses belajar trading forex lebih optimal.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Sekilas Mengenai Margin Call

Saat mulai terjun ke dunia trading forex, Anda akan akrab dengan istilah Margin Call. Ada berbagai kisah yang diceritakan oleh banyak trader mengenai "panggilan tidak mesra" ini, tetapi sangat sedikit yang membagikan tips bagaimana cara menghindari penyebab Margin Call. Sebelum berbicara lebih lanjut, sudah tahukah Anda seperti apa Margin Call yang sebenarnya?

Kebanyakan trader salah mengira bahwa Margin Call sama dengan Stop Out, dimana posisi yang sedang dibuka dan mengalami Loss akan secara otomatis ditutup oleh broker karena modal sudah tidak mencukupi. Hal ini tidak sepenuhnya benar, tetapi tidak sepenuhnya salah. Ada broker yang memberikan level Margin Call dan Stop Out-nya pada nilai yang sama, tetapi ada juga broker yang menyediakan batasan berbeda. Kuncinya adalah membaca dengan teliti penawaran broker mengenai Margin Call dan Stop Out.

Contohnya seperti ini:

Jika Anda bertrading pada broker yang memberikan peraturan Margin Call Level 30% dan Stop Out Level 20%, berarti pada saat Margin Call Level (Equity/margin total x 100%) sudah mencapai 30%, maka Anda akan 'diperingatkan' oleh sistem broker untuk menambah dana. Dalam kasus ini, Anda masih bisa terus trading.

Namun apabila Anda mengacuhkan peringatan tersebut dan membiarkan kerugian hingga mengikis modal trading Anda hingga tersisa 20% saja (Stop Out Level), maka barulah posisi trading akan secara otomatis dihentikan. Di sinilah saat posisi trading yang terbuka secara otomatis akan tertutup.


Nah, sekarang Anda tahu apa itu Margin Call yang benar. Margin Call bukanlah hal yang tiba-tiba terjadi, atau yang sering dikatakan oleh para trader awam sebagai "akal-akalan broker untuk menguras modal trading". Melalui perhitungan yang benar serta ketelitian, ada yang bisa dilakukan untuk menghindari penyebab Margin Call. Sebelum mengetahui cara menghindarinya, kita perlu tahu apa saja penyebab Margin Call tersebut.

Penyebab Margin Call Berasal Dari Diri Sendiri

Ada pepatah yang mengatakan, "Jika Anda mengenal musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut akan hasil dari seratus pertempuran. Jika Anda hanya mengenal diri sendiri tanpa mengenal musuh, pada setiap kemenangan yang Anda dapatkan, Anda juga akan mengalami kekalahan."

Dari petikan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketidaksadaran terhadap diri sendiri adalah hal yang sangat berbahaya. Dalam trading forex pun demikian, karena kerugian besar yang sampai bisa mendatangkan Margin Call secara umum berasal dari kurangnya kesadaran diri trader terhadap kelemahannya.

Sekarang, tanyakanlah pada diri Anda sendiri: apakah Anda masih sering melakukan dua hal yang menjadi penyebab Margin Call ini?

1. Over Self-Confidence Alias Terlalu Percaya Diri

Self-Confidence (kepercayaan diri) dengan takaran yang benar memang mutlak diperlukan bagi seorang trader. Jika seorang trader tidak punya rasa percaya diri, tentu akan sulit meraih profit. Jangankan meraih profit, jika untuk membuka atau menutup posisi saja tidak memiliki kepercayaan diri, tentu trader tersebut tidak akan bergerak kemana-mana. Akan tetapi, perasaan percaya diri yang berlebihan juga berbahaya.

Anda baru saja mendapatkan profit besar? Selamat. Namun jangan lupa untuk tetap berdisiplin dengan Money Management yang dimiliki. Kecenderungan untuk kembali membuka posisi setelah mendapatkan profit, merupakan aksi berisiko yang tanpa disadari dapat menjadi penyebab Margin Call. Beberapa trader merasa sangat beruntung saat baru saja meraih profit dan merasa pasar sedang berpihak kepadanya, lalu 'mempertaruhkan' modalnya dengan membuka posisi baru yang berukuran lebih besar.

Over Self-Confidence bisa membuat trader menjadi terlalu berani untuk membuka posisi, bahkan di saat analisa yang dilakukannya terkadang tidak sesuai dengan kondisi pasar. Dengan berbekal keyakinan yang terlalu tinggi, biasanya trader yang terkena penyakit ini akan terus main hantam sesuai keyakinan dia, meskipun akibatnya berakhir dengan mengoleksi Floating negatif. Cepat atau lambat, Over Self-Confidence akan menjadi penyebab Margin Call datang menyapa.

2. Overtrading Alias Melakukan Trading Di Luar Kemampuan

Saat penyakit Over Self-Confidence melanda, maka biasanya diikuti dengan penyebab Margin Call berikutnya, yaitu Overtrading. Kalau keyakinan sudah terlalu berlebihan, maka melakukan Open Posisi akan lebih didasari oleh emosi, bukan lagi perhitungan matang. Trader jadi menganggap enteng aktivitas trading yang dia lakukan. Ketika salah meletakkan Stop Loss, bukannya rehat dan mengevaluasi diri, dia justru masuk ke pasar lagi. Jika masih salah juga, dia justru jadi semakin penasaran dan membuka posisi baru, kali ini dengan Volume yang lebih besar.

Pernah melakukan hal seperti ilustrasi di atas? Berarti Anda telah terjangkit penyakit Overtrading. Mungkin Anda pernah mendengar strategi trading dengan metode Martingale, dimana trader terus membuka posisi ketika memperoleh kerugian sampai mendapat keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi, cara seperti itu bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh trader pemula dengan modal terbatas.

Harus diingat kembali, trading forex bukanlah sebuah perjudian. Saat Anda membuka posisi, pastikan Margin yang Anda miliki kuat untuk menahan risiko kerugiannya. Hal ini terkadang susah untuk dilakukan, karena sifat penasaran manusia memang biasanya menuntut seseorang untuk selalu membuktikan bahwa hasil analisanya benar.


 

Rahmatrabani

Trader baru
memang sebaiknya sebelum melakukan trading trader harus mengetahui basicnya. Dengan memahami basivnya terlebih dahulu, maka trading akan lebih mudah. Sambil belajar sambil berlatih trading untuk meningkatkan skill trading, semakin banyak berlatih maka akan semakin baik. Menganalisa market dengan teapat, menggunakan strategi yang sesuai serta penerapan RM dan MM serta penggunaan SL dan TP dalam trading akan sangat membantu meminimalisir kerugian dan bisa mendatangkan profit.
semua akan berjalan dengan baik saat trading berlangsung jika trader sudah memiliki dan mengetahui apa saja yang ada di dalam trading, dengan mengetahui maka kita akan lebih hati hati dengan apa yang kita lakukan serta di siplin didalam menjalankan apa yang sudah kia persiapkan dalam trading.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Resiko Leverage Tinggi Dalam Trading Forex


Konsep leverage memang sangat menguntungkan dalam trading forex, tapi juga bisa berbahaya jika Anda kurang berhati-hati dalam menggunakannya, terutama bila Anda menggunakan leverage yang sangat tinggi (over-leverage). Leverage yang tinggi akan menyebabkan margin minimum atau jaminan minimum yang dibayarkan setiap kali transaksi makin sedikit. Disadari atau tidak, resiko leverage sering menyerang pemula yang bercita-cita ingin cepat kaya dari trading.

Leverage tinggi pada dasarnya menguntungkan, karena nilai margin minimum yang Anda bayarkan setiap transaksi semakin sedikit. Contohnya, jika Anda ingin membuka posisi 1 lot pada pasangan EUR/USD dengan leverage 1:1000. Anda hanya membutuhkan Margin sebesar 100 USD. Menarik bukan?

Yah inilah trading forex dengan segala kemudahan yang teknologi pendukungnya saat ini. Banyak broker forex memberikan fasilitas seperti minimal deposit yang sangat kecil ditambah dengan leverage tinggi. Hal ini tentu saja sangat menarik bagi para pemula bermodal kecil. Dengan modal 10 USD dan leverage 1:1000, mereka sudah bisa transaksi forex dengan ukuran besar. Bahkan saat ini, ada broker yang menyediakan leverage hingga 1:3000.

Resiko Leverage Berhubungan Dengan Emosi

Trading Leverage tinggi memang menggiurkan, tapi juga bisa menjerumuskan trader karena berdampak buruk bagi emosi trading. Dengan menggunakan leverage yang kelewat tinggi, trader pemula mudah meremehkan resiko karena "merasa" didukung dengan modal besar untuk membuka banyak posisi. Padahal, semakin besar Volume dan semakin banyak posisi trading, jelas semakin tinggi resiko kerugian yang ditanggung. Inilah yang disebut dengan risiko leverage tinggi.

Secara psikologis, semakin tinggi leverage, maka Anda akan semakin berani dalam membuka posisi trading. Hal ini disebabkan karena nilai Margin minimum yang Anda pinjam dari broker semakin sedikit. Jika Anda melihat tabel di bawah, hanya dengan modal 10,000 USD saja, Anda sudah bisa trading dengan ratusan bahkan ribuan lot. Mencengangkan bukan? Itulah kekuatan leverage.

Resiko Leverage Tinggi Lainnya

Resiko leverage tinggi lainnya adalah pada saat Anda terkena Margin Call. Margin Call adalah suatu sistem peringatan dari broker yang muncul saat ekuitas saldo nilainya sama dengan Margin yang digunakan. Lalu apa hubungannya leverage tinggi dengan Margin yang digunakan?

Mari kita contohkan bagaimana perhitungannya. Pada contoh kasus ini, akan digunakan contoh seorang trader yang tidak memasang Stop Loss dan hanya menggunakan Margin Call sebagai pengaman. Trader ini menggunakan broker yang level Margin Call dan Stop Out-nya 100%. Contoh akan diambilkan dari kasus Budi dan Ani tadi.

Budi dengan modalnya 3,000 USD dan leverage 1:500 membutuhkan Margin 200 USD untuk membuka posisi sebesar 1 lot pada pasangan EUR/USD. Jika Budi mengalami Stop Out, semua posisinya akan ditutup saat nilai ekuitasnya sama dengan Margin yang digunakan. Karena Budi menggunakan Margin sebanyak 200 USD, maka posisi Budi tersebut akan ditutup saat akun Budi hanya menyisakan dana sebanyak 200 USD.
Memiliki jumlah modal yang sama dengan Budi, Ani memilih untuk menggunakan leverage sebesar 1:3000. Ani tidak tahu akan risiko leverage tinggi, dia trading dengan membuka posisi 1 lot pada pasangan EUR/USD. Untuk membuka posisi ini, Ani hanya membutuhkan margin sebesar 33 USD. Namun karena masih pemula, analisanya berbalik arah. Mengingat broker yang dipilih menetapkan level Stop Out di 100%, maka seluruh posisi Ani akan ditutup saat akunnya hanya menyisakan dana sebesar 33 USD.


Sekarang, semua terserah Anda, ingin menjadi Ani yang memilih leverage setinggi-tingginya, atau menjadi Budi?


 

Rahmatrabani

Trader baru
8 HAL YANG BISA DITIRU TRADER FOREX DARI AHLI BELADIRI


Saya sangat suka menganalogikan seorang trader forex dengan seorang ahli bela diri. Setiap ahli bela diri sangat paham bagaimana rasanya digembleng secara mental, fisik dan emosi.

Entah itu dari latihan yang berat yang hampir membuat putus asa, kalah dalam pertandingan atau gagal masuk seleksi tim kompetisi. Seorang praktisi bela diri harus mampu melewati semua tantangan itu dalam perjalanannya menjadi seorang ahli bela diri.

Memang tidak mudah. Kemampuan untuk terus melanjutkan proses meskipun di saat-saat terberat memang sangat bergantung pada kekuatan mental seseorang yang hanya bisa diperoleh melalui latihan dan kerja keras bertahun-tahun.

Demikian pula trader yang berpengalaman, mereka tahu persis bagaimana rasanya menghadapi setiap risiko dan mencoba untuk bangkit setiap saat mereka jatuh.

Tidak ada trader yang tiba-tiba muncul sebagai seorang ahli trading tanpa pernah melalui proses belajar, berlatih dan – tentu saja – bergelut dengan kondisi pasar yang kerap tak menentu dan stressful.

Kali ini saya akan mengajak Anda untuk mencoba melihat, kebiasaan apa saja yang bisa kita tiru dari seorang ahli bela diri untuk bisa menjadi trader yang tangguh.

1. Kemampuan untuk bertahan

Menyerah bukanlah sebuah pilihan. Tak peduli betapa melelahkannya, betapa menyakitkannya proses yang dijalani, tidak boleh menjadi penghalang antara Anda dan tujuan Anda.

Jika suatu saat Anda merasa akan menyerah, coba pikirkan,

“Seberapa besar keinginan saya untuk berhasil? Apakah saya nanti akan menyesal jika saya berhenti sekarang?”

Kalaupuan Anda tak mampu menjawabnya, jangan menyerah. Anda sudah hampir mencapai tujuan Anda.

2. Kemauan untuk berubah

Tentu saja yang dimaksud di sini adalah berubah untuk menjadi lebih baik. Semakin kuat mental seseorang, sebenarnya akan semakin mudah mereka untuk beradaptasi.

Mempelajari teknik baru dan menyempurnakan teknik yang telah dikuasai merupakan hal penting untuk tetap bisa bergerak maju. Mereka yang keras kepala dan ragu untuk mempelajari hal-hal baru akan tertinggal.

Tetapi perlu diingat, semangat mempelajari hal-hal baru bukan berarti Anda secara membabi-buta mempercayai setiap informasi yang Anda terima.

Pastikan bahwa hal-hal baru yang Anda pelajari itu datang dari sumber yang kompeten, yang luas pengetahuannya dan memiliki jejak rekam yang baik di bidangnya. Dalam hal forex trading ini, tidak bisa dipungkiri bahwa jam terbang sangat mempengaruhi kompetensi seseorang.

Mengapa?

Karena pengalaman yang membentuknya.

3. Kemampuan mengendalikan diri

Salah satu butir Sumpah Karate berbunyi sanggup menguasai diri. Karateka – dan pasti juga ahli bela diri lain – yang bermental baik selalu bisa mengontrol emosi mereka dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pertandingan.

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak akan mudah terpancing untuk melayani tantangan seorang berandalan, sebab mereka sadar dengan kemampuan yang mereka miliki, berkelahi dengan seorang berandalan justru bisa berakibat fatal bagi si berandal tersebut.

Ketika dalam pertandingan, mereka tahu persis apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Dengan mengetahui apa yang tidak boleh mereka lakukan, mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk itu. Mereka hanya akan fokus pada peluang mana yang benar-benar bisa mereka menangkan, bukannya memaksakan diri melakukan semua serangan tanpa perhitungan.

Sebagai trader forex, kuasai emosi Anda. Jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi kecuali jika Anda benar-benar yakin peluang untuk berhasil cukup besar.

4. Keberanian mengambil risiko

Sekilas mungkin bertentangan dengan poin nomor 3 di atas, tetapi sebenarnya tidak. Mengambil risiko pun tentu dengan perhitungan yang matang. Tanpa perhitungan yang matang, akan konyol akibatnya. Sematang apa pun strategi pertandingan yang sudah dilatih, akan percuma jika sang ahli bela diri tidak berani membuat serangan.

Demikian juga dalam trading. Secanggih apa pun strategi trading Anda, akan percuma jika Anda tak berani membuka transaksi berdasarkan strategi tersebut.

5. Kemampuan untuk move on

Tidak setiap pertandingan bisa dimenangkan, pasti ada waktunya mengecap kekalahan. Banyak orang yang suka larut dalam masa lalu dan menyesali kejadian yang telah lampau, berharap seandainya mereka mengambil langkah yang berbeda saat itu.

Daripada larut dalam lamunan masa lalu, mengapa Anda tidak memfokuskan pikiran untuk masa depan?

Mengakui bahwa telah melakukan kesalahan di masa lalu itu penting, tetapi lebih penting lagi jika Anda mengambil pelajaran dari situ dan bersiap untuk menyongsong masa depan.

6. Mampu belajar dari kesalahan

Ini berkaitan dengan poin nomor 5 di atas, tetapi move on dan belajar dari kesalahan itu adalah dua hal yang berbeda. Setelah mengakui bahwa Anda telah melakukan kesalahan dalam trading forex, Anda harus bisa memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan itu. Sayangnya, untuk bisa belajar dari kesalahan, Anda memang harus mampu betul-betul move on dulu.

7. Percaya diri

Salah satu output dari mempelajari bela diri adalah meningkatnya kepercayaan diri. Tidak mungkin – setidaknya kecil peluangnya – seorang atlet bela diri bisa memenangkan sebuah pertandingan jika ia tidak percaya diri.

Kepercayaan diri ini bisa didapat dari latihan rutin – dan tentu saja serius – selama bertahun-tahun. Jika seorang trader sudah berlatih dengan waktu yang cukup sehingga mendapat pengalaman trading yang cukup, kepercayaan dirinya akan terbentuk.

Tidak ada alasan untuk tidak mengambil peluang karena pengalaman mendukungnya untuk mengambil keputusan tersebut. Hanya saja, tingkat kepercayaan diri ini harus diatur sehingga tidak menyebabkan kesombongan. Ini erat kaitannya dengan poin nomor 3 di atas.

8. Mampu bersabar

Semakin lama Anda belajar bela diri, Anda akan semakin menyadari bahwa kesabaran adalah kunci. Tidak ada hasil yang instan. Semua membutuhkan waktu dan proses seperti pengulangan-pengulangan gerak dan jurus secara rutin, berjam-jam latihan, serta latih tanding.

Anda tidak akan berhenti berlatih hingga Anda bisa melakukannya dengan benar. Bahkan setelah itu pun Anda tak boleh berhenti berlatih. Trading forex pun demikian. Seperti yang sudah disinggung di awal, tidak ada trader yang menjadi legend hanya dalam waktu semalam. Semua butuh proses.

Selamat berlatih.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Mengenal Bull Di Forex

Bull adalah trader yang mengharapkan harga akan naik. Trader jenis Bull membuka posisi Long, sehingga menciptakan permintaan dan menaikkan harga instrumen trading. Di pasar Bullish, ekonomi berjalan dengan baik, pengangguran menurun, PDB naik, dan harga juga tumbuh. Pasar ini dicirikan oleh optimisme, ekspektasi tinggi, dan kepercayaan investor.

Asal namanya terinspirasi oleh sebuah analogi: banteng mengangkat tinggi tanduknya ke udara, seperti halnya trader Bull "mengangkat" harga dengan pembelian agresif.

Bull bertujuan untuk menaikkan modal dengan memanfaatkan pertumbuhan pasar. Analis pasar dari pialang Forex membantu para trader terus mendapatkan informasi dan memprediksi pergerakan harga. Mereka membeli/melakukan Buy dengan harapan bisa menjualnya kembali di masa mendatang di harga lebih tinggi. Oleh karenanya, pasar dan tren yang menunjukkan kenaikan harga disebut Bullish. Terjadi peningkatan harga yang bertahap dalam periode waktu tertentu di pasar Bullish.

Mengenal Bear di Forex

Bear berusaha menurunkan harga, karena mereka pesimistis mengenai kenaikan harga. Pelaku pasar jenis ini mengharapkan harga akan turun. Bear menjual aset mereka untuk membelinya dengan harga lebih murah di masa mendatang. Istilah ini muncul dari gerakan beruang yang menancapkan cakarnya ke bawah.

Pasar Bearish adalah lawan dari pasar Bullish: pengangguran meningkat, PDB menurun, dan harga juga turun. Di sini harga turun secara konstan di bawah tekanan berita negatif dan terus meningkatnya posisi Sell/menjual. Pasar Bearish ditandai oleh pendekatan pesimistis dan ekspektasi rendah. Ketika harga turun, pasar dan tren disebut Bearish jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang.


Ketika Pasar Berubah Serta Hubungannya Dengan Bull And Bear

Pasar Bearish dapat menjadi Bullish kapan saja. Pembalikan biasanya terjadi setelah pasar telah bergerak ke zona Oversold (terlalu banyak penjualan) dan harga saat ini tidak cocok dengan para seller. Berita positif mengenai Base Currency juga dapat menyebabkan perubahan tren. Dalam kasus ini, Bear tidak akan sanggup menahan pasar dan akan mulai menutup posisi yang sudah ada.

Pasar Bullish biasanya cenderung terjadi setelah berita negatif dirilis atau sebelum bergerak ke zona Overbought (terlalu banyak pembelian).


 

Rahmatrabani

Trader baru
Apa Itu Twilight Hours Forex?

Saat terjadi overlap, tentunya volume trader meningkat, kondisi pasar forex pun kian padat yang menyajikan kondisi yang unik. Satu-dua jam di antara waktu overlap sesi perdagangan ini disebut dengan Twilight Hours forex. Secara teknis, pasar forex memang selalu terbuka untuk trading bagi siapa saja.

Twilight Hours adalah beberapa jam saat sesi Amerika tutup dan menjelang pembukaan sesi perdagangan Asia, yaitu antara pukul 04.00 AM hingga 06.00 AM WIB. Saat itu, sebenarnya merupakan dua jam pertama pembukaan sesi Australia. Selama periode tersebut, trader yang mengikuti perdagangan sesi Amerika telah mengakhiri trading mereka dan "pulang" dari pasar forex, sementara trader berbasis pasar Asia belum sepenuhnya aktif atau masih dalam masa persiapan.

Selama periode ini, dua hal besar terjadi yang memberikan pengaruh terhadap dinamika pasar, antara lain:

1. Likuiditas Terbatas
Selama periode Twilight Hours forex, order berjalan melambat dikarenakan likuiditas pasar yang terbatas. Namun, kondisi ini dianggap merugikan bagi trader dengan order trading, baik Sell maupun Buy, dalam jumlah banyak. Bukannya untung, bisa jadi mereka berpeluang besar mengalami kerugian besar jika tetap melakukan Open posisi pada periode ini.

2. Price Action Menjadi Semrawut
Forex dapat dikatakan sebagai pasar yang besar dengan melibatkan trader dari seluruh dunia. Meski begitu, pasar forex dapat dikatakan tidak kebal terhadap lonjakan harga yang terjadi secara tiba-tiba, mengingat banyak sekali faktor yang memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga (price action) pasangan mata uang. Misalnya saja, kabar terkait perang dagang AS-China yang mampu menggerakan nilai tukar Dolar AS terhadap mata uang lainnya secara signifikan. Selain itu, ada pula faktor kondisi ekonomi dari setiap negara yang mempengaruhi kurs mata uang masing-masing negara.

Dua elemen di atas menjadi tantangan tersendiri dalam dunia trading forex selama terjadinya Twilight Hours. Spread atau selisih antara harga jual (Bid) maupun beli (Ask) seringkali menjadi tidak konsisten dan menciptakan aksi jual ramai-ramai yang dapat meningkatkan risiko trader.

Walau begitu, ada peluang untuk mendapatkan keuntungan selama periode ini. Dalam hal ini, penggunaan Stop Loss dan Leverage yang cukup dapat berfungsi menanggulangi adanya "bencana" kerugian.


 

Rahmatrabani

Trader baru
GROSS DOMESTIC PRODUCT: SEBUAH PENJELASAN SINGKAT


Dalam forex trading, GDP merupakan salah satu data ekonomi penting (big figure) yang diperhatikan para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Kali ini kita akan mencoba memaparkan secara singkat dan sederhana mengenai apa dan bagaimana sebenarnya GDP tersebut, serta dampak data GDP terhadap pasar dan masyarakat umum.

Apa Itu GDP?

GDP merupakan representasi nilai total penjualan dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu.

Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja. Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Di Amerika Serikat (AS), angka GDP ini dikalkulasikan dan diumumkan setiap kuartal oleh Bureau of Economic Analysis (BEA), yang merupakan bagian dari US Department of Commerce. BEA seringkali merevisi estimasi – entah naik atau turun – seiring dengan perkembangan data yang diterima sepanjang kuartal tersebut.

Biasanya, angka GDP yang diumumkan dibandingkan dengan kuartal atau tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jika GDP di kuartal ke-2 naik tiga persen, ini artinya perekonomian negara tersebut telah mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen di sepanjang kuartal pertama.

Bagaimana GDP Dihitung?

Menghitung GDP sesungguhnya agak rumit, namun secara sederhana perhitungannya bisa dilakukan setidaknya satu di antara dua cara.

Bisa dengan menjumlahkan semua penghasilan masyarakat dalam setahun, atau menjumlahkan semua pengeluaran masyarakat.

Semua jalan perhitungan seharusnya menghasilkan data yang lebih kurang sama.

Metode perhitungan yang mempergunakan parameter penghasilan diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan semua karyawan, laba perusahaan, pendapatan hak cipta, pendapatan sewa dan pendapatan bunga bersih.

Sedangkan metode dengan pendekatan pengeluaran dihitung dengan menjumlahkan konsumsi total, investasi, belanja negara dan ekspor bersih.

GDP Nominal dan GDP Riil

Ini juga mungkin sedikit rumit, tetapi intinya GDP nominal tidak memperhitungkan inflasi sedangkan GDP riil memperhitungkan inflasi. Ini perbedaan yang penting karena inilah sebabnya mengapa beberapa laporan GDP mengalami revisi.

GDP nominal mengukur nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (misalnya kuartal atau tahun) mempergunakan harga-harga pada waktu tersebut.

Tetapi tingkat harga pada umumnya bisa meningkat karena inflasi, yang menyebabkan kenaikan GDP nominal meskipun jumlah barang dan jasa yang diproduksi tidak mengalami perubahan.

Meskipun demikian, data GDP nominal tidak mencerminkan kenaikan harga. Nah, di sinilah kemudian GDP riil berperan.

BEA biasanya akan mundur ke kuartal atau tahun sebelumnya dan mengukur nilai barang dan jasa yang disesuaikan untuk mengukur inflasi. Inilah yang kemudian disebut GDP riil (real GDP).

Untuk mengukur pertumbuhan GDP tahunan, biasanya yang dipergunakan adalah real GDP ini, karena data tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat akan perekonomian negara.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Masyarakat Umum?

Perekonomian suatu negara biasanya dianggap “sehat” apabila tingkat pengangguran rendah dan upah meningkat, karena sektor bisnis membutuhkan lebih banyak pekerja untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, jika pertumbuhan GDP terlalu cepat, bank sentral (kalau di AS, adalah Federal Reserve/Fed) kemungkinan besar akan menaikkan tingkat suku bunga untuk mengimbangi laju inflasi – dengan kata lain meningkatnya harga barang dan jasa.

Ini bisa berarti biaya (bunga) yang diperlukan untuk kredit kendaraan dan perumahan akan menjadi semakin tinggi pula.

Pada gilirannya, sektor bisnis pun juga akan merasakan dampaknya, di mana terjadi peningkatan biaya untuk pinjaman modal dan/atau membayar gaji/upah pekerja.

Sebaliknya jika GPD melambat, atau istilahnya negatif, pun akan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bisa saja akan berakibat meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja dan menurunnya pendapatan bisnis serta belanja masyarakat.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Investor?

Para investor memantau pertumbuhan GDP untuk menilai apakah pertumbuhan ekonomi mengalami perubahan dengan cepat atau tidak, sehingga mereka akan bisa memutuskan penempatan aset mereka.

Memburuknya perekonomian biasanya berarti menurunnya keuntungan yang diperoleh para pengusaha, yang bisa berdampak negatif bagi nilai saham-saham perusahaan mereka.

Data GDP juga bisa membantu para investor untuk memutuskan di negara mana peluang investasi yang terbaik.

Kebanyakan investor asing memilih untuk membeli perusahaan atau menanamkan modal di negara yang perekonomiannya berkembang.

Dengan kata lain, jika banyak investor asing berdatangan ke suatu negara untuk menanamkan modal, itu berarti mereka menganggap perekonomian negara tersebut sedang baik dan prospeknya pun bagus.

Bagaimana Memanfaatkan Data GDP Bagi Trader?

Dalam forex trading, data GDP yang paling diperhatikan adalah rilis data GDP dari negara-negara maju seperti Inggris, kawasan Euro, dan tentu saja primadonanya adalah data GDP dari AS.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, peningkatan angka GDP berarti tumbuhnya perekonomian negara tersebut. Akibatnya, peningkatan data GDP biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika angka GDP menurun maka biasanya diikuti oleh pelemahan mata uang negara yang bersangkutan.

Jadi, jika Anda melihat rilis data US GDP naik dari misalnya 2% ke 3%, kemungkinan akan diikuti oleh penguatan USD. Dengan kata lain, Anda bisa membuka posisi buy terhadap USD.

Artinya, diantara transaksi yang bisa Anda lakukan misalnya adalah membuka posisi sell GBP/USD, EUR/USD, atau buy USD/JPY. Tentu saja setiap transaksi membutuhkan analisa dan perhitungan yang cermat.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Agar bisa trading selaras dengan pasar Anda harus mengetahui kenyataan yang tidak bisa Anda hindari, yaitu:

1. Anda akan mengalami kerugian

Tidak peduli strategi atau sistem trading apa yang digunakan atau besar kecilnya account, kerugian adalah bagian dari trading. Jika ingin sukses dalam trading, maka Anda harus mengetahui kenyataan bahwa frekuensi winning trade yang besar tidaklah menjamin hasil akhir bisa profit.

Adalah sangat wajar bagi trader untuk berharap selalu benar dalam memprediksi arah pergerakan harga pasar hingga bisa mendapatkan profit. Namun, benar atau salahnya prediksi arah pergerakan pasar tidak berhubungan langsung dengan kesuksesan seseorang dalam trading forex pada jangka panjang. Yang langsung berhubungan dengan profit Anda dalam jangka panjang adalah faktor risk/reward ratio yang Anda gunakan pada setiap kali entry. Jika angka ratio-nya berubah-ubah, hasilnya juga akan berubah-ubah. Untuk memperoleh hasil akhir yang profitable, risk/reward ratio biasanya ditetapkan lebih besar dari 1, bisa 1.5, 2 atau bahkan 3.

Jika Anda takut mengalami kerugian dan sering memindahkan level stop loss, atau menutup posisi Anda sebelum waktunya tanpa alasan yang jelas maka Anda telah mengurangi persentasi profit (win rate) Anda dan membuat sistem trading yang Anda gunakan kurang efektif.

2. Anda tidak tahu pasti trade mana yang akan profit dan mana yang akan loss

Jika Anda mempunyai sistem trading yang telah teruji dengan persentasi profit 70% selama periode waktu setahun, Anda tidak akan tahu trade mana yang akan profit dan mana yang akan loss, namun Anda bisa berharap bahwa dengan menggunakan sistem tersebut secara disiplin maka dalam waktu setahun Anda akan memperoleh profit setelah sekian kali trade. Perlu selalu diingat bahwa hasil trade sebelumnya tidak ada hubungannya dengan trade yang akan Anda lakukan.

Setiap posisi yang Anda buka adalah independen karena pasar tidak bergerak dengan aturan tertentu dan tidak bisa dikendalikan. Jika Anda bisa disiplin dan selalu mengontrol diri Anda untuk trading sesuai dengan sistem trading yang telah Anda uji, maka pasar akan memberikan sinyal trading dengan probabilitas tinggi. Dalam hal ini Anda seharusnya membuka posisi hanya jika sinyal telah muncul, dan menghindari over trading.

3. Pasar selalu bergerak tanpa aturan dan tidak bisa dilawan

Tak peduli Anda akan tetap bertahan melawan aliran pergerakan harga pasar atau mengikuti arah pergerakannya, pasar akan tetap terus bergerak dengan membawa Anda serta. Kenapa trader mencoba menahan arah aliran pergerakan pasar? Mereka melakukan itu karena mereka cenderung bermain secara psikologi dengan pasar. Permainan yang paling umum adalah Anda merasa bisa mengendalikan aliran pergerakan pasar walaupun sebenarnya tidak pernah bisa. Anda tidak menyadari bahwa Anda sedang bersusah payah melawan pergerakan harga pasar. Sebaliknya, Anda berusaha untuk terus menerus menemukan cara agar bisa melawan pasar.

Aliran pergerakan harga pasar jauh lebih besar dari yang Anda perkirakan. Jika Anda mencoba melawan pasar, pasar akan tampak melawan balik Anda, tetapi pasar bukanlah masalah utamanya. Masalah utamanya adalah bagaimana Anda menyikapi aliran pergerakan harga pasar tersebut dengan trading secara disiplin sesuai dengan strategi dan sistem yang telah teruji.

Dengan memahami karakteristik pasar forex dan kenyataan tersebut ditas, Anda akan bisa trading selaras dengan pergerakan pasar.

Baca selengkapnya di: SeputarForex

 

Rahmatrabani

Trader baru
Trading adalah sebuah bisnis, bukan game apalagi gambling yang banyak dimainkan orang. Miliaran dollar mengalir masuk dan keluar dari pasar forex setiap jam, SETIAP HARI. Jadi, jika Anda ingin memiliki bagian Anda dari situ maka tidak ada ruang untuk main-main. Bisnis apa pun pasti membutuhkan pengetahuan tertentu, keterampilan, dan usaha untuk mendapatkan sukses didalamnya, dan forex bukan pengecualian!

Untuk dapat bertahan dan menghasilkan uang secara konsisten dari trading forex, Anda harus memperlakukan trading Anda layaknya sebuah bisnis. Selain faktor teknis, sebuah bisnis juga melibatkan faktor non-teknis sebagai penentu keberhasilannya. Sama halnya dengan trading, ada banyak faktor non-teknis yang harus Anda kuasai dengan baik agar bisnis trading Anda berhasil.

Keberhasilan trading bukanlah masalah keberuntungan atau bahkan keterampilan, melainkan adalah masalah PERSIAPAN yang tepat; persiapan dalam memahami pasar dan bagaimana harus beinteraksi dengannya. Trading adalah tentang menjadi PROFESIONAL pada apa yang Anda lakukan.

Sama seperti perjalanan apa pun, ada berbagai tahap yang perlu Anda lalui sebelum menjadi seorang “trader professional”. Anda perlu dilatih dan dikembangkan melalui suatu proses. Ini membutuhkan waktu, usaha, dan disiplin. Anda juga harus memiliki kemampuan belajar, semangat, dan konsistensi.

Proses melalui berbagai tahapan ini hingga benar-benar menjadi trader sukses tidak selalu cepat, dan tentu saja tidak selalu mudah. Selama trading di forexchief saja saya menemukan banyak jalan berliku yang berpotensi mengalihkan saya dari jalan keseluruhan, dan juga banyak lubang di sepanjang jalan, padahal itu juga sudah dibantu dengan bonus 50% . Jika saja saya tidak menerapkan trading plan yang baik untuk tetap pada jalur trading, maka umur akun saya tidak akan bertahan lama.

Trading forex bisa sangat menguntungkan tetapi ia bukan skema kaya secara instant, meskipun banyak seminar dengan yakin menjualnya seperti itu. Bukan juga sebuah jalan pasti menuju kemakmuran dan sukses yang tak terukur. Sederhana saja, trading hanya seperti usaha bisnis lainnya; perlu waktu, usaha, disiplin, dan komitmen di pihak Anda.

Anda harus berkomitmen pada diri sendiri untuk menjalankan bisnis ini dengan serius. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya untuk Anda. Hanya Anda yang bisa mewujudkannya! Semua harus dilakukan bertahap. Tidak terburu-buru bukan berarti takut, berani namun tidak gegabah. Tidak idealis tapi realistis

 
Top