Mengapa Awal Tahun Sering Jadi Fase Uji Pasar

UM_joshen

Trader baru
Awal tahun sering diwarnai optimisme, tetapi pertengahan Januari biasanya menjadi fase uji. Pasar mulai menilai ulang apakah narasi pertumbuhan dan inflasi benar benar sejalan.

Saat ini dolar menguat karena The Fed belum terburu buru melonggarkan kebijakan, sementara emas tetap bertahan sebagai penyeimbang risiko. Kondisi ini menunjukkan pasar belum sepenuhnya nyaman mengambil risiko besar.


Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • UKOUSD.png
    UKOUSD.png
    60.9 KB · Views: 1
  • XAUUSD.png
    XAUUSD.png
    47.4 KB · Views: 1
  • USDX.png
    USDX.png
    53.6 KB · Views: 1

UM_joshen

Trader baru
Why Can Tariff Issues Cause a Risk-Off Market and Gold to Strengthen?

If you see news about tariffs and the markets suddenly seem more tense, that's not surprising. This week, the "Greenland Trade Dispute" between the US and the EU escalated rapidly, and markets began to view it as an economic risk, not just a diplomatic disagreement.

One of the main reasons is uncertainty. When there's a policy deadline, such as the planned 10% tariffs from the US, due on February 1st, companies and market players find it difficult to predict import costs, supply chain continuity, and the impact on product prices. On the other hand, reports also indicate that the European Union is preparing retaliatory measures, including options that could impact technology companies through digital services taxes and certain agricultural exports. If both parties retaliate, the risk of "cascading tariffs" typically increases.

So, why is this related to inflation? Because tariffs are often understood as additional costs. If costs rise, the market perceives there's a chance prices will rise as well. That's why, when tariff issues arise, market participants are sometimes more cautious about risky assets like stocks, and instead look to assets considered a hedge.


Disclaimer:

Comments, news, research, analysis, prices, and all information contained in this article are for general information only and are not intended to constitute advice of any kind. Ultima Markets has taken reasonable steps to provide up-to-date information, but cannot guarantee its accuracy and may make changes without notice. Ultima Markets is not responsible for any losses arising from the use of the information provided.
 

Attachments

  • NAS100.jpg
    NAS100.jpg
    126 KB · Views: 1
  • SP500.jpg
    SP500.jpg
    126.6 KB · Views: 1
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    129.2 KB · Views: 1

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Saat Risk-Off, Emas Naik, Tapi Yen Tidak Selalu Menguat?

Saat berita tarif dan tensi dagang memanas, pasar sering berubah sikap menjadi lebih hati-hati. Pada January 21, 2026, eskalasi isu tarif Greenland antara AS dan Uni Eropa membuat sentimen global cenderung risk-off. Artinya, pelaku pasar cenderung mengurangi aset berisiko karena ketidakpastian meningkat.

Kenapa tarif bisa memicu risk-off? Karena tarif dapat menambah biaya dan mengganggu rantai pasok. Di laporan ini, pasar menyoroti tenggat 1 Februari 2026 untuk tarif AS terhadap 8 negara Eropa. Jika Uni Eropa membalas, pasar melihat risiko “tit-for-tat” yang dapat menekan pertumbuhan global, sekaligus menambah tekanan inflasi.

Yang dipantau hari ini: pidato ekonomi Presiden Trump, data CPI Inggris yang sudah keluar, serta pergerakan pasangan Yen menjelang keputusan BoJ.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDJPY.jpg
    USDJPY.jpg
    118.5 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    114.2 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Saham Naik Tapi Emas Turun Setelah Pernyataan Trump di Davos?

Kadang pasar bergerak karena satu hal: ketidakpastian berkurang. Dalam dokumen ini, Trump di Davos menyatakan ancaman tarif ke sekutu Eropa dibatalkan setelah ada kesepakatan “Arctic Security Framework” dengan NATO. Pasar menilai ini mengurangi risiko perang dagang baru, sehingga suasana berubah menjadi risk-on.

Kalau risk-on muncul, apa yang biasanya terjadi? Pelaku pasar cenderung kembali melirik aset berisiko seperti saham. Itu yang terlihat ketika S&P 500 dan Nasdaq menguat lebih dari 1.5%. Saham teknologi besar juga ikut memimpin karena pasar menilai skenario “soft landing” lebih mungkin terjadi jika hambatan tarif mereda.

Di sisi lain, emas sering menguat ketika pasar takut. Saat rasa takut itu turun, emas bisa terkoreksi karena “fear premium” hilang. Emas disebut turun dari rekor $4,880 ke area $4,830, bahkan sempat berlanjut saat pembukaan sesi Asia.

Lalu bagaimana dengan dolar AS? Dolar tidak selalu “otomatis” kuat atau lemah. Saat risk-off kemarin, dolar tidak banyak naik karena AS terlibat dalam isu geopolitik. Saat risk-on sekarang, dolar juga bisa tertekan jika dana berpindah ke negara atau aset lain. Karena itu, data ekonomi AS sering jadi penentu berikutnya.


Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDX.jpg
    USDX.jpg
    134.7 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    122.8 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa PCE Bisa Melemahkan Dolar dan Menguatkan Emas?

Kalau kamu melihat dolar melemah setelah rilis data inflasi, itu biasanya terkait ekspektasi suku bunga. Dalam insight ini, data PCE AS memberi sinyal inflasi lebih terkendali, sehingga pelaku pasar mulai mempertimbangkan bahwa The Fed punya ruang lebih besar untuk menurunkan suku bunga ke depan.

Lalu kenapa emas ikut naik? Salah satu penjelasan yang sering dipakai pasar adalah hubungan dolar dan emas yang kerap berlawanan. Saat dolar melemah, emas bisa terasa lebih “murah” bagi pembeli di luar AS. Di dokumen ini, emas mencetak rekor sekitar $4,900 dan sempat naik ke $4,966, dengan area $5,000 menjadi angka psikologis yang banyak dibicarakan.

Satu hal lagi yang dipantau pasar adalah Yen dan keputusan BoJ. Ekspektasinya BoJ menahan suku bunga di 0.75%, tetapi arah komunikasi kebijakan dapat memengaruhi Yen. Untuk USD/JPY, area 159.00–160.00 disebut sensitif karena isu intervensi, dan 158.00 dipakai sebagai acuan perilaku harga belakangan.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDJPY.jpeg
    USDJPY.jpeg
    153.9 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    182.7 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Emas Bisa Tembus $5,000 Saat USD dan Yen Volatil?

Kalau mata uang bergerak liar, pasar sering mencari “jangkar” yang dianggap lebih stabil. Dalam insight ini, pelemahan dolar AS dan volatilitas pada Yen ikut mendorong minat pada hard asset. Emas menembus $5,000 dan bertahan di atasnya pada sesi Asia, sementara perak juga melampaui $100. Pelaku pasar melihatnya sebagai respons terhadap ketidakpastian nilai fiat, bukan sekadar cerita satu faktor.

Lalu kenapa Yen ikut jadi sorotan? Karena pasar sedang menilai ulang sikap Bank of Japan. BoJ menahan suku bunga di 0.75%, tetapi hasil voting 8-1 menunjukkan ada anggota yang ingin segera menaikkan suku bunga ke 1.0%. Gubernur Ueda juga menyinggung bahwa pelemahan Yen bisa mendorong harga impor naik dan memengaruhi inflasi, sehingga BoJ perlu waspada. Setelah itu, USD/JPY turun dan menguji 154.00.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDJPY.jpg
    USDJPY.jpg
    147.6 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    113.2 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Emas Turun ke $5,000 Setelah Sentuh $5,102?

Ketika harga naik sangat cepat, pasar sering “butuh jeda”. Di insight ini, emas naik tajam selama sekitar 48 jam, menembus $5,000 dan mencapai rekor $5,102, lalu terkoreksi kembali ke area $5,000. Banyak pelaku pasar membaca ini sebagai profit taking dan normalisasi teknikal, bukan otomatis berarti tren berakhir.

Kalau koreksi seperti ini terjadi, pasar biasanya melihat apakah level psikologis tetap bertahan. Di sini, $5,000 dipandang sebagai batas penting untuk menilai apakah penguatan masih punya dukungan.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDJPY.jpg
    USDJPY.jpg
    97.8 KB · Views: 0
  • XAGUSD.jpg
    XAGUSD.jpg
    93.7 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    100.5 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa FOMC Bisa Bikin USD Sangat Volatil, Walau Suku Bunga Diperkirakan Tetap?

Banyak orang mengira yang penting dari FOMC adalah “naik atau turun suku bunga”. Padahal, sering kali yang paling menggerakkan pasar adalah cara The Fed berbicara. Dalam insight ini, suku bunga diperkirakan tetap (hold), tetapi perhatian pasar justru tertuju pada konferensi pers Powell dan arah komunikasinya.

Kenapa? Karena pasar sedang sensitif setelah penurunan USD yang tajam. Jika Powell menekankan “patience” dan ketahanan ekonomi, pasar bisa menilai USD berpeluang bernapas sebentar. Sebaliknya, jika nada lebih dovish, pelemahan USD bisa berlanjut karena ekspektasi suku bunga berubah.

Sebelum FOMC, ada BoC. BoC diperkirakan menahan suku bunga di 2.25%. Karena inflasi Kanada disebut kembali menguat (headline 2.4%, core 2.8%), pasar menilai pernyataan BoC bisa terdengar lebih tegas. Namun jika BoC menyoroti risiko perdagangan dan pertumbuhan melemah, CAD bisa ikut tertekan walau suku bunga ditahan.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDCAD.jpg
    USDCAD.jpg
    92.6 KB · Views: 0
  • USDX.jpg
    USDX.jpg
    90 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Dolar Bisa Rebound Setelah Fed Hold, Tapi Emas Tetap Naik?

Biasanya, dolar menguat dan emas melemah ketika The Fed terdengar lebih tegas. Tapi pasar tidak selalu bergerak “sesuai buku”. Dalam insight ini, The Fed menahan suku bunga di 3.50%–3.75% dan Powell menegaskan ekonomi masih “solid”, serta tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Ini memicu dolar yang sebelumnya oversold untuk rebound.

Namun emas justru tetap kuat dan mencetak rekor hingga sekitar $5,597. Kondisi ini mencerminkan bahwa ada faktor lain yang menopang emas, misalnya permintaan lindung nilai yang masih tinggi, meski dolar dan yield mencoba pulih.

Hari ini, pasar menunggu Initial Jobless Claims (8:30 AM ET) untuk mengecek apakah pasar tenaga kerja memang stabil seperti yang disebut The Fed. Sesi Kamis pasca-Fed juga sering lebih “bergelombang” karena banyak pihak menata ulang posisi.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDX.jpg
    USDX.jpg
    107.6 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    109.7 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Emas Bisa Turun Hampir $450 Dalam Sehari?

Saat harga naik sangat cepat dalam waktu singkat, pasar sering menjadi “padat posisi”. Jika muncul pemicu yang mengubah sentimen, koreksi bisa terjadi cepat karena banyak pihak menyesuaikan risiko di waktu yang hampir bersamaan.

Di insight ini, emas sempat mencetak rekor sekitar $5,595 pada awal Asia, lalu turun hingga area $5,104 saat New York, hampir $450 dalam sehari. Penjelasan yang disorot adalah kombinasi ambil untung, perubahan persepsi setelah The Fed menegaskan suku bunga tinggi bertahan lebih lama, serta penyesuaian likuiditas setelah reli dari $5,000 ke $5,500 yang dinilai terlalu cepat.

Selain emas, saham teknologi juga melemah. Nasdaq 100 turun lebih dari 1.7% dan S&P 500 sekitar 1.0%, dengan kekhawatiran pasar terkait prospek Microsoft dan belanja AI menjadi salah satu pemicunya.

Hari ini, pergerakan bisa lebih “bergelombang” karena hari terakhir bulan dan rilis US PPI (Desember) yang sering memengaruhi pembacaan pasar soal inflasi.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • NAS100.jpg
    NAS100.jpg
    122 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    117.4 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Jobs Report yang Tertunda Bisa Bikin Pasar Lebih “Gaduh”?

Jobs report itu salah satu data yang sering dipakai pasar untuk menilai apakah ekonomi masih kuat dan apakah tekanan inflasi dari upah berpotensi bertahan. Karena itu, ketika shutdown pemerintah AS membuat BLS menunda jobs report Januari dan job openings Desember, pasar kehilangan salah satu “alat ukur” yang paling sering dipakai.

Masalahnya muncul karena sinyal ekonomi tidak kompak. GDP disebut tumbuh kuat, tetapi job growth melambat ke rata-rata sekitar 28.000 per bulan sejak Maret, jauh di bawah fase pasca pandemi. Ditambah kabar PHK dari perusahaan besar, wajar kalau orang bertanya, ini pendinginan normal atau mulai masuk fase yang lebih serius.

Tanpa data, pasar cenderung berpindah ke spekulasi skenario. Bisa saja hiring kembali naik, bisa juga pertumbuhan ikut melambat, atau ada perubahan struktur karena AI dan otomasi. Untuk bank sentral, kekosongan data juga membuat pembacaan kondisi tenaga kerja lebih sulit, sehingga komunikasi kebijakan bisa terasa lebih “berat”.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • DMI US.JPG
    DMI US.JPG
    100.6 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa ADP Bisa Bikin Pasar Bergerak Jelang NFP?

ADP itu bukan “data utama” seperti NFP, tapi pasar sering memperlakukannya sebagai petunjuk awal. Alasannya sederhana: kalau angkanya jauh melenceng dari perkiraan, pelaku pasar biasanya cepat menyesuaikan ekspektasi untuk NFP Jumat. Itu sebabnya ADP sering memicu volatilitas, meski sifatnya cuma pemanasan.

Dalam insight ini, ADP akan rilis dengan ekspektasi 48K. Pada hari yang sama ada ISM Services PMI forecast 53.5. Karena services adalah bagian terbesar ekonomi AS, angka ini juga sering dianggap “Fed check”, terutama setelah The Fed menahan suku bunga dan menyebut ekonomi masih solid.

USDX rebound dari 96.00 dan kembali melewati 97.00. Tetapi secara lebih luas, dolar masih digambarkan dalam struktur turun, dengan 97.50 sebagai resistensi utama.

Emas rebound ke dekat $5,050 setelah pekan lalu turun tajam. Kondisi ini sering membuat harga masuk fase range. Area $5,000–$5,100 disebut sebagai batas atas, dan $4,600 sebagai support kritis yang dipantau.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • USDX.jpg
    USDX.jpg
    95.8 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    120 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa BoE dan ECB Tetap Penting Walau Sama-sama Diperkirakan “Hold”?

Banyak orang fokus pada apakah suku bunga berubah. Padahal, saat bank sentral “hold”, pasar sering lebih sensitif pada kalimat dan penekanan risikonya. Itu sebabnya BoE dan ECB hari ini tetap bisa menggerakkan GBP dan EUR, walau keduanya diperkirakan menahan suku bunga.

Sementara itu, rotasi defensif di saham AS masih kuat. Nasdaq 100 turun lebih dari 1.5%, sedangkan Dow Jones menguat karena dana masuk ke sektor defensif dan value. Data juga saling bertolak belakang: ADP 22K vs 48K (lemah), ISM Services PMI 53.8 (kuat). Karena NFP dibatalkan akibat shutdown, pasar lebih mudah bergerak mengikuti narasi.

What to Watch Today: The Central Bank Double-Header

BoE diperkirakan hold 3.75%. Jika Bailey memberi sinyal cut lebih cepat karena inflasi mendingin, GBP bisa melemah.

ECB diperkirakan hold 2.00%. Jika Lagarde menekankan downside growth risks, EUR berpotensi tertekan.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • EURUSD.jpg
    EURUSD.jpg
    100.8 KB · Views: 0
  • GBPUSD.jpg
    GBPUSD.jpg
    97.1 KB · Views: 0
  • NAS100.jpg
    NAS100.jpg
    118.1 KB · Views: 0
  • XAUUSD.jpg
    XAUUSD.jpg
    124.3 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Pasar Lebih Mudah “Gelisah” Saat NFP Batal?

NFP biasanya menjadi rujukan utama untuk membaca kondisi tenaga kerja AS. Ketika laporan ini dibatalkan karena gap pengumpulan data akibat partial government shutdown, pasar kehilangan satu “jangkar” besar. Dampaknya, pelaku pasar cenderung lebih reaktif terhadap potongan data lain dan headline, sehingga sentimen risk-off bisa terasa lebih cepat membesar.

Dalam insight hari ini, tekanan datang dari dua sisi. Dari sektor teknologi, Amazon turun 11% setelah memproyeksikan belanja modal 2026 yang besar tanpa imbal laba yang cepat. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa biaya AI meningkat lebih cepat daripada pendapatan, dan menekan sentimen saham growth secara lebih luas.

Dari sisi tenaga kerja, sinyalnya juga melemah. ADP miss besar (22K vs 47K konsensus), Challenger job cuts meningkat, JOLTS job openings turun ke level terlemah sejak krisis 2020, dan jobless claims naik ke 231K (vs 212K expected). Ini sering dibaca sebagai pola risk-off klasik, ketika pelaku pasar mengurangi eksposur growth dan lebih memilih aset defensif seperti obligasi dan USD saat ketidakpastian meningkat.

Sorotan level yang disebut dalam insight: Nasdaq 100 sudah turun 3 hari berturut-turut dan menembus 25,000, Bitcoin turun di bawah $65,000, sementara area 157.00–156.80 di USDJPY dipantau sebagai resistensi penting untuk melihat apakah Yen mulai lebih diutamakan ketika carry unwind terjadi.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • BTCUSD.jpg
    BTCUSD.jpg
    130.8 KB · Views: 0
  • USBLS.jpg
    USBLS.jpg
    48.2 KB · Views: 0
  • NAS100.jpg
    NAS100.jpg
    137.9 KB · Views: 0
  • USDJPY.jpg
    USDJPY.jpg
    131 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Nikkei Bisa Naik Tajam Saat Pemilu, Tapi Yen Justru Melemah?

Setelah pemilu cepat 8 Februari, PM Sanae Takaichi dan koalisi LDP menang telak. Pasar menilai kemenangan besar ini mengurangi hambatan politik, sehingga kebijakan ekonomi lebih mudah dieksekusi.

Kenapa ekuitas bisa melonjak? Karena pelaku pasar mengaitkan kemenangan ini dengan ekspektasi ekspansi fiskal, misalnya belanja besar untuk pertahanan, AI, dan ketahanan bencana. Ekspansi fiskal sering dibaca mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan, terutama untuk emiten yang sensitif terhadap belanja pemerintah dan aktivitas domestik.

Lalu kenapa Yen bisa melemah? Karena pasar juga menilai kebijakan yang lebih akomodatif dan stimulus fiskal dapat menambah tekanan pada mata uang, terutama jika suku bunga relatif rendah bertahan lebih lama. Meski begitu, pergerakan cepat pasca berita besar sering memunculkan risiko “sell-the-news”, sehingga reaksi lanjutan biasanya sangat bergantung pada detail kebijakan dan komunikasi pemerintah.

Untuk hari ini, fokus ada pada konferensi pers PM Takaichi. Pasar akan mencari detail ukuran supplementary budget dan langkah awal kebijakan. Kalender data AS yang ringan juga membuat headline dari Jepang lebih berpotensi mendominasi pergerakan.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • Nikkie225.jpg
    Nikkie225.jpg
    97.8 KB · Views: 0
  • usdjpy.jpg
    usdjpy.jpg
    112.6 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Dolar Bisa Melemah Walau The Fed Terdengar “Hawkish”?

Banyak orang mengira kalau Fed terdengar hawkish, Dolar pasti kuat. Namun pasar sering bergerak karena ekspektasi ke depan, bukan karena satu kalimat saja. Dalam insight hari ini, Dolar kembali melemah dan USDX turun ke bawah 97,00 karena pelaku pasar menilai kondisi tenaga kerja yang melemah bisa memaksa Fed lebih cepat mempertimbangkan pelonggaran, walau Powell menekankan “no cuts until June.”

Dokumen menyebut peluang pemangkasan April dalam pricing pasar naik, dan ada juga komentar Bostic yang mengisyaratkan mulai muncul keraguan terhadap kepercayaan pada USD. Kombinasi ini membuat narasi “Dollar debasement” kembali dibicarakan.

Saat USD melemah, emas sering mendapat dukungan karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan. Setelah konsolidasi di sekitar 5.000, emas bergerak naik mendekati 5.050, dengan 5.100 dipantau sebagai resistensi.

Yang dipantau hari ini adalah US Retail Sales dan pidato Fed Hammack dan Logan. Dua hal ini bisa memengaruhi cara pasar menilai apakah kekhawatiran resesi makin kuat, atau justru ekspektasi pemangkasan akan ditahan.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • usdx.jpg
    usdx.jpg
    91.8 KB · Views: 0
  • targetrate0429.jpg
    targetrate0429.jpg
    24.7 KB · Views: 0
  • xauusd.jpg
    xauusd.jpg
    125.2 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa NFP Bisa Bikin Dolar “Meledak” ke Dua Arah?

NFP adalah salah satu data paling ditunggu karena sering mengubah cara pasar menilai arah kebijakan The Fed. Hari ini NFP akhirnya rilis setelah seminggu penundaan, dan pasar menilai ini sebagai momen “make or break” untuk Dolar, apalagi setelah Retail Sales kemarin yang lemah memicu kekhawatiran resesi.

Kenapa bisa “dua arah”? Karena posisi pasar biasanya terbagi. Kalau NFP lebih lemah dari ekspektasi, pasar cenderung makin yakin Fed bisa lebih cepat melonggarkan kebijakan, sehingga Dolar berpotensi makin tertekan. Sebaliknya, kalau NFP justru kuat, pasar bisa kaget karena banyak yang sudah defensif, sehingga terjadi short-squeeze yang mendorong pemulihan Dolar secara cepat.

Di sisi lain, Yen kemarin menguat karena turunnya yield AS mengurangi keuntungan carry trade. Saat saham teknologi goyah, posisi “long tech/short yen” juga berpotensi di-unwind, sehingga permintaan Yen meningkat. Dokumen juga menyorot rotasi sektor di bursa AS: investor cenderung melepas AI dan semis, lalu beralih ke consumer staples dan utilities yang dianggap lebih stabil saat pertumbuhan melambat.

Selain NFP, pelaku pasar juga menunggu komentar Fed (Bowman dan Schmid) serta earnings Cisco dan Shopify setelah penutupan, untuk melihat apakah narasi perlambatan konsumsi dan tekanan sektor tech makin menguat atau tidak.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • usdjpy.jpg
    usdjpy.jpg
    113.7 KB · Views: 0
  • usdx.jpg
    usdx.jpg
    95.3 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa NFP Kuat Tidak Selalu Membuat Dolar Menguat?

Secara teori, data tenaga kerja yang kuat bisa mendukung Dolar. Namun pasar sering bereaksi pada “implikasi kebijakan”, bukan angka mentahnya. NFP terbaru keluar lebih kuat dari perkiraan (+130K vs 70K) dan pengangguran turun ke 4,3%. Ini memberi The Fed “izin” untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Lalu kenapa USD tidak lanjut naik? Karena pasar menilai sebagian besar ekspektasi “tidak ada pemangkasan sampai Juni” sudah dipricing. Jadi, meski NFP bagus, dorongannya tidak cukup besar untuk mengubah keyakinan pasar secara drastis. Akhirnya, USD sempat naik lalu kembali melemah ke bawah 97,00.

Dalam situasi ini, fokus pasar pindah ke CPI besok. Jika inflasi melunak, ekspektasi pelonggaran bisa muncul lagi. Jika inflasi tetap panas, narasi “higher for longer” bisa makin menguat. Karena itu, hari ini perhatian ada pada Jobless Claims sebagai indikator real-time, dan juga dinamika positioning jelang CPI, karena likuiditas sering menipis setelah London close (11:00 AM ET).

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • nas100.jpg
    nas100.jpg
    121.2 KB · Views: 0
  • gbpusd.jpg
    gbpusd.jpg
    103.3 KB · Views: 0
  • usdx.jpg
    usdx.jpg
    95.3 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa CPI Bisa Mengubah Arah Dolar dan Nasdaq Sekaligus?

CPI sering jadi data yang “mengunci” cerita pasar, karena inflasi adalah kunci keputusan suku bunga. Hari ini CPI menjadi puncak “data avalanche”, apalagi setelah NFP yang kuat (+130K) tidak berhasil membuat Dolar lanjut menguat. Itu memberi sinyal bahwa pasar masih ragu dan menunggu inflasi untuk memastikan arah.

Kalau CPI panas, pasar cenderung menyimpulkan The Fed harus menahan suku bunga tinggi lebih lama. Ini biasanya mendukung Dolar, tetapi menekan saham teknologi, karena valuasi tech sensitif terhadap suku bunga. Kalau CPI lebih dingin, pasar bisa lebih tenang, karena peluang pelonggaran tidak tertutup, sehingga aset berisiko mendapat ruang untuk pulih.

Di dokumen ini, Dolar digambarkan masih berat di bawah area 97,00–96,80. Sementara untuk Nasdaq, level 25,000 diperlakukan sebagai garis pertahanan yang penting, karena jika level itu ditembus dengan jelas, tekanan jual bisa lebih cepat membesar.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • nas100.jpg
    nas100.jpg
    124.5 KB · Views: 0
  • usdx.jpg
    usdx.jpg
    96.2 KB · Views: 0

UM_joshen

Trader baru
Kenapa Pasar Bisa Jatuh Ramai-Ramai, Bukan Cuma Rotasi Sektor?

Kadang pasar turun karena rotasi, misalnya dana pindah dari tech ke defensif. Tapi insight ini menekankan situasi yang lebih berat: likuidasi luas. Artinya, banyak pelaku pasar menjual saham secara umum dan memilih parkir di aset yang dianggap lebih aman.

Pemicu yang disebut ada tiga. Pertama, ancaman tarif global 15% yang bisa menaikkan biaya dan memicu balasan dagang, terutama menekan perusahaan besar yang bergantung pada rantai pasok global. Kedua, risiko stagflasi, yaitu ekonomi melambat tetapi inflasi masih lengket, sehingga ruang kebijakan menjadi serba sulit. Ketiga, ketakutan AI, di mana pasar mulai mempertanyakan apakah belanja infrastruktur AI bisa bertahan saat ekonomi melambat, dan apakah AI akan “memakan” pendapatan software lama.

Contoh yang disorot adalah saham IBM yang disebut jatuh lebih dari 13% setelah Anthropic meluncurkan tool COBOL AI. Itu memicu kekhawatiran bahwa AI bisa mengganggu bisnis konsultasi IT dan software tradisional lebih cepat dari perkiraan.

Di teknikal, Dow disebut tertekan di bawah 49.700 dengan area 48.800–48.500 sebagai support besar, sementara Nasdaq 100 berada di area kritis 25.000–24.750. Jika tekanan berlanjut, pasar menilai volatilitas bisa tetap tinggi karena headline tarif dan komentar Fed dapat berubah cepat.

Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
 

Attachments

  • dj30.jpg
    dj30.jpg
    119.1 KB · Views: 0
  • nas100.jpg
    nas100.jpg
    140.6 KB · Views: 0
Top