Forexchief

Rahmatrabani

Trader baru
Langkah Mudah Untuk Mencetak Profit Secara Konstan Melalui Forex


Trading merupakan proses pengelolaan uang yang memiliki risiko. Semakin besar potensi keuntungan yang dihasilkan, semakin besar pula risiko yang dapat Anda alami. Meski demikian, jika dilakukan dengan benar, bukan tidak mungkin Anda dapat meraih pendapatan yang konstan dari trading.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat Anda ikuti untuk memperbesar kemungkinan Anda meraih profit secara konsisten dari trading.

Fokus Pada Trading, Bukan Pada Keuntungan
Hampir seluruh trader memilih untuk trading karena menginginkan modal yang mereka tempatkan bertambah. Meski alasan ini memang masuk akal, terlalu fokus pada keuntungan ternyata memiliki efek yang kurang baik dalam trading. Sebab, Â keinginan untuk mendapatkan uang dengan cepat menciptakan ketegangan emosi yang justru dapat merusak proses trading Anda.

Saat Anda sudah terlalu fokus dengan uang yang ingin Anda hasilkan, kemungkinan besar Anda justru akan lalai dalam melakukan analisis trading, dan cenderung melakukan kesalahan-kesalahan trading seperti overtrading.

Memilih Untuk Tidak Trading adalah Bagian dari Proses Trading
Bagi Anda yang baru mengenal trading atau sedang belajar trading forex online, Anda mungkin berpikir bahwa trading setiap saat adalah cara terbaik untuk mendapatkan profit yang konsisten. Padahal hal tersebut belum tentu benar.

Saat kondisi pasar sedang terlalu volatil dan tidak dapat ditebak, pilihan terbaik adalah untuk menahan diri tidak trading hingga kondisi pasar membaik. Sebab, memaksakan diri untuk membuka posisi trading saat Anda tidak mampu memahami kondisi pasar akan memperbesar potensi risiko Anda berkali-kali lipat.

Jadilah Disiplin dan Teratur
Emosi adalah musuh utama dari kesuksesan dalam trading. Sebab, emosi akan menyulitkan Anda untuk mengambil keputusan yang tepat dan rasional dan memperbesar kemungkinan rugi pada saat trading.

Untuk menghindari hal ini, belajarlah untuk menjadi lebih disiplin dan teratur dalam trading. Mulailah dengan melakukan analisis fundamental secara rutin sebelum mulai membuka posisi trading yang Anda inginkan. Kemudian, buat trading plan yang detail dan mudah diikuti agar Anda terbiasa trading mengikuti jadwal yang telah Anda buat.

Pikirkan Arti Kesuksesan dalam Jangka Panjang
Jangan biarkan diri Anda beranggapan bahwa trading merupakan jalan pintas untuk meraih kekayaan dalam waktu singkat. Melainkan, Anda harus mampu memikirkan bahwa trading adalah jalan untuk meraih kesuksesan dan peningkatan aset dalam jangka panjang.

Dengan begitu, Anda akan mulai memperlakukan trading sebagai sebuah investasi yang perlu dipikirkan matang-matang dan dipelajari secara terus-menerus. Cara ini akan membuat Anda semakin piawai dalam melakukan manajemen risiko, yang pada gilirannya, meminimalkan rugi dan memaksimalkan potensi profit dari trading.

Latih Kebiasaan Trading yang Baik dengan Peraturan yang Ketat
Terakhir, mulailah bersikap tegas pada diri Anda sendiri. Lakukan trading sesuai trading plan yang telah dibuat dan jangan beri alasan bagi diri Anda untuk menyimpang dari strategi trading yang sebelumnya telah Anda buat.

Dengan cara itu, lama-kelamaan, kebiasaan trading yang baik akan menyatu dengan diri Anda dan membuat Anda menjadi lebih piawai dalam memaksimalkan potensi profit secara konsisten.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Trading Forex Tak Butuh Banyak Teori


Saya (terlalu) sering dipameri trading system, berbagai macam indikator teknikal, termasuk custom indicator yang diklaim "paling mantabs deh pokoknya". Awalnya sih saya selalu ingin tahu dan mencoba memahami segala macam trading system ataupun indikator yang dibilang mantabs itu. Tapi, lama-lama… wah.. kok eneg juga yaa. Lagipula, terlalu lama mencoba memahami berbagai macam indikator, atau malahan mencoba mengutak-atik untuk bikin custom indicator sendiri, saya pikir malahan lumayan menghabiskan waktu juga deh.

Dari belajar berbagai indikator dan mencoba berbagai trading system, akhirnya malahan saya balik lagi pakai naked chart alias candlestick doang. Lah, kalo dipikir-pikir, kok tampilan chart saya malahan sama dengan di bulan pertama saya kenal trading yaa? Trus, apa hasilnya dunks bersusah payah, kadang sampe dibela-belain lembur sampe dini hari buat belajar berbagai macam indikator?

Kalo mau membela diri sih, saya akan jawab "Ya pasti ada bedanya lah. Dulu nggak pake indikator karena nggak paham. Sekarang nggak pakai indikator karena sudah eneg."

Jadi sebaiknya gimana nih? Apa sekalian gak usah paham satupun indikator? Wehh, ya janganlah, ntar kita dituduh trading berdasarkan untung-untungan alias judi.

Berapa Jumlah Indikator Yang Sebaiknya Dipahami?

Paham beberapa indikator teknikal, menurut saya tetap perlu. Setidaknya nggak kuper-kuper amat kan kalau diajak ngobrol sesama trader. Belajar dari pengalaman saya itu, kalo boleh saya cuma menganjurkan buat teman-teman yang masih dalam tahap belajar trading, sebaiknya nggak usahlah terlalu terpancang untuk mencoba memahami terlalu banyak indikator.

Cukup pahami satu atau dua indikator (atau satu ramuan indikator), tapi usahakan anda paham benar perilaku indikator tersebut.
Kenali bener-bener perilakunya, kapan dia ngasih sinyal yang terang benderang, kapan dia ngasih false signal. Yah, daripada tahu banyak indikator tapi nggak paham perilakunya, ntar malahan banyak kejebak false signal melulu.

Boleh Tidak, Coba-coba?

Mencoba-coba aneka macam trading system? Boleh-boleh aja sih, tapi ingat, sebaiknya jangan terlalu asyik gonta-ganti trading system. Kalau sudah bertemu trading system ato sekedar indikator yang dirasakan cocok…ya sudahlah, pakai saja dulu.

Belajar teori tentang trading, termasuk macem-macem indikator jelas perlu. Tapi saya sarankan nggak usah terlalu banyak nguplek di teori doang deh.

Lalu gimana cara belajar trading yang lebih pas? Menurut saya, ramuan belajar trading yang pas adalah: "baca, pelajari, praktekkan, rasakan dan sesuaikan". Terlalu banyak baca teori tanpa praktek cuma bikin eneg doang. Langsung nyemplung praktek alias trading dengan dasar nekad tanpa belajar teori juga bikin kita cenderung jadi gambler.

Beda Trader Yang Banyak Teori Dan Serius Trading

Dari beberapa teman trader yang saya kenal, saya melihat ada kecenderungan, teman trader yang terlalu hobi ngoprek indikator atau EA biasanya memang trading hanya sebagai hobi. Deposit di broker forex, biasanya nggak akan banyak-banyak. Jadi kalo dijadikan uji coba dan berakhir dengan Margin Call (MC) pun nggak akan terlalu nyesel; paling-paling nyengir doang. Mereka banyak menghabiskan waktu tidak hanya untuk trading, tapi juga untuk uji coba berbagai custom indicator, Expert Advisor (EA), maupun trading system.

Nah, beda dengan teman trader yang trading dengan investasi (deposit) dalam jumlah lumayan besar. Mereka biasanya nggak terlalu banyak bereksperimen dengan macam-macam trading system. Kalo sudah cocok dengan satu cara, sistem, atau indikator; mereka akan cenderung menggunakannya. Mereka menghabiskan waktu hanya untuk trading "beneran", bukan sekedar uji coba sistem.

Saya bukannya bilang kalau membuat custom indicator, EA, atau mencoba berbagai trading system itu hal yang nggak perlu. Kalo memang sudah hobi, meskipun mengorbankan banyak waktu dan tenaga juga nggak terasa pengorbanannya sih. Hanya saja, bagi anda yang trading dengan niat untuk investasi, lebih baik tak usah terlalu banyak berkutat dengan teori ataupun terlalu sibuk bikin custom indicator atau EA sendiri deh.

Saya jadi ingat, waktu saya bilang kalau saya pengen belajar bikin custom indicator dan EA, mentor saya bilang, "buat apa?"

Terus terang, awalnya saya rada tersinggung. Saya pikir, "wah.. underestimate banget nih!"

Tapi setelah saya pikir-pikir, mm, benar juga sih, pakai aja indikator yang sudah ada. Lah, kalau terlalu banyak waktu yang bakal saya habiskan buat belajar bikin custom indicator dan EA, ntar kapan tradingnya!?

 

Rahmatrabani

Trader baru
Pasar Sedang Genting? Manfaatkan Emas Untuk Hedging

Sejak akhir tahun 2019, dunia tengah dihebohkan dengan kemunculan virus Corona. Virus baru bernama Covid-19 ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019. Hingga Triwulan pertama 2020, Covid-19 dikabarkan telah menginfeksi lebih dari 245,000 orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan siklus penyebaran yang tergolong cepat, WHO lantas menyatakan status Corona sebagai "pandemi".

Selain menelan banyak korban jiwa, pandemi Corona juga mengakibatkan pasar global menjadi tidak stabil. Beberapa bank sentral dunia bahkan memutuskan untuk melakukan Rate Cut darurat demi menopang perekonomian. Kondisi ini lantas melambungkan harga emas hingga hampir menyentuh angka $1,700. Tak hanya berfungsi sebagai aset safe-haven, para pelaku pasar juga bisa memanfaatkan emas sebagai hedging (lindung nilai) saat kondisi pasar sedang labil seperti saat ini. Bagaimana caranya?

Mengenal Fungsi Emas Sebagai Hedging (Aset Lindung Nilai)

Pernahkah Anda berpikir mengapa orang tua di zaman dulu banyak membeli dan menyimpan perhiasan emas? Tujuannya adalah semata-mata untuk melindungi (proteksi) nilai kekayaan yang mereka miliki sebagai bentuk antisipasi kebutuhan di masa depan. Dapat dikatakan bahwa mereka telah melakukan tindakan lindung nilai (hedging) secara sederhana.

Selain hedging sederhana ala orang tua kita di rumah, pemilihan emas sebagai hedging juga kerap dilakukan oleh para big player di pasar global, salah satunya para manajer Hedge Fund. Karena dianggap sebagai aset yang terbebas dari risiko inflasi, maka para manajer Hedge Fund akan melakukan pemindahan portofolio dengan berbondong-bondong memborong emas manakala terdapat indikasi kenaikan laju inflasi, atau mandeknya kondisi perekonomian. Di samping itu, ada pula beberapa alasan mengapa emas dimanfaatkan sebagai hedging, antara lain:

  • Emas berperan sebagai Tangible Asset yang penting saat krisis keuangan melanda.
  • Memiliki daya beli konsisten dari tahun ke tahun.
  • Nilai emas tidak tergantung pada kebijakan otoritas, sehingga perubahan suku bunga dan sejenisnya tak perlu terlalu dikhawatirkan.
  • Terbebas dari risiko krisis perbankan, karena emas tak terpengaruh sama sekali dengan sistem dunia perbankan.
"Emas itu kekal, jadi ubahlah hartamu dalam emas. Sekalipun ekonomi dunia tergoncang, hartamu tetap akan aman."

Cara Memanfaatkan Emas Sebagai Hedging

Istilah hedging tentu sudah ramah terdengar di telinga Anda bukan? Hedging adalah strategi trading untuk "membatasi" atau "melindungi" dana dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan. Hedging memberi kesempatan bagi trader untuk melindungi modal dari kemungkinan rugi (loss) meski ia tengah melakukan transaksi.

Dalam forex, hedging biasanya dilakukan dengan melakukan dua transaksi (buy dan sell) atas satu aset yang sama secara bersamaan, atau atas beberapa aset yang berbeda tetapi pergerakan harganya saling berhubungan. Namun, bagaimana dengan hedging emas? Ada beberapa alternatif yang bisa Anda coba bila ingin memanfaatkan emas sebagai hedging, antara lain:

1. Hedging Emas Dengan Dolar AS

Semua trader tahu jika pergerakan emas dengan mata uang Dolar AS cenderung berkorelasi negatif. Jika Dolar AS sedang menguat, maka harga emas akan cenderung melemah, begitupun sebaliknya. Dalam ilustrasi ini, maka dapat dikatakan bila faktor-faktor yang mendukung reli Dolar adalah faktor pelemahan pada emas.

Namun selama masa terjadinya pandemi Corona seperti saat ini, pergerakan harga emas hampir tak bisa diprediksi sama sekali. Meski Dolar AS tengah ambruk, bisa jadi harga emas tak mencatakan kenaikan sama sekali atau bahkan turut anjlok pula. Contohnya adalah saat The Fed memutuskan untuk melakukan Rate Cut mendadak pada pertengahan Maret 2020. Keputusan tersebut seharusnya mendongkrak harga emas, tapi faktanya emas justru anjlok; begitu pula dengan Dolar AS. Kondisi ini terjadi karena pandemi Corona mengakibatkan korelasi antar aset di pasar finansial menjadi amburadul.

Terlepas dari kondisi pasar yang amat labil saat ini, cara hedging emas sebenarnya terbilang cukup mudah. Saat nilai Dolar AS melemah, maka ada kecenderungan inflasi menjadi lebih tinggi. Saat-saat seperti inilah Anda bisa mengoleksi emas sebagai hedging sekaligus diversifikasi risiko.

Pada tahun 2002 dan 2007, nilai tukar Dolar AS turun sebesar 40% terhadap Euro. Kondisi ini dimanfaatkan para pelaku pasar untuk memetik keuntungan dari emas. Tingginya aksi buy secara masif lantas melambungkan harga emas kala itu. Jika normalnya emas diperdagangkan di harga $347, emas saat itu menguat hingga dua kali lipat ke angka $833.75 per troy ounce.

Ada pula contoh kasus pada tahun 2008 saat terjadi krisis finansial. Kala itu, The Fed meluncurkan program Quantitative Easing (QE) untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya QE, otomatis jumlah uang yang beredar akan bertambah, sehingga ada kemungkinan akan melemahkan Dolar AS. Dalam kondisi demikian, para pelaku pasar lebih memilih untuk melarikan dananya ke emas.


Selain dengan Dolar AS, hedging emas juga pernah dilakukan dengan Rupiah. Saat krisis moneter pada 1998 silam, banyak pengusaha yang menukarkan uang cash mereka ke dalam bentuk emas batang.

2. Hedging Emas Dengan Saham

Ada yang menyebut jika harga emas berkorelasi negatif dengan pasar saham, tetapi ada pula yang menyatakan jika keduanya tidak ada korelasi sama sekali. Manakah yang benar?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Trinity College di Dublin, Jerman, harga emas mengalami peningkatan sejak 15 hari pasca pasar saham jatuh. Kenaikan tersebut tak lain karena tingginya permintaan (Demand) emas sebagai aset pelindung saat instrumen lain tengah tak bisa diandalkan. Pun begitu saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun nilainya. Emas menjadi alternatif investasi dan hedging bagi investor untuk menempatkan dana mereka secara efisien.

Namun dalam studi lain, emas justru tak berhubungan dengan pasar saham; kalaupun berkorelasi, maka kadang-kadang saja. Studi akan korelasi 12-bulanan antara harga emas dan indeks S&P 500 selama 45 tahun terakhir menghasilkan angka rata-rata 0, artinya tidak ada hubungan antara harga emas dengan pasar saham.

Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena para investor lebih memanfaatkan emas sebagai pelengkap portofolio investasi. Investor tentunya menginginkan portofolio investasi yang berimbang, dimana faktor Risk/Reward-nya terjaga. Oleh karena itu, mereka akan cenderung mempertahankan berbagai aset berbeda dalam portofolionya dalam waktu bersamaan.

Berdasarkan dua ilustrasi di atas, maka dapat dikatakan bahwa emas tidak sepenuhnya berkorelasi dengan pasar saham, tetapi bukan berarti tak berhubungan sama sekali. Saat pasar saham sedang jatuh, para investor akan cenderung membeli emas untuk menyeimbangkan dana yang mereka miliki. Selain itu, emas memiliki potensi untuk mengkompensasi kerugian investor di pasar saham, sehingga secara positif mempengaruhi sentimen pasar dan ketahanan sistem keuangan.


 

Rahmatrabani

Trader baru
5 Kelebihan Commodity Trading yang Perlu Anda Ketahui


Dibandingkan forex atau equity trading, pasar komoditas masih belum banyak diketahui. Padahal, potensi keuntungan yang ditawarkan oleh transaksi jual beli komoditas tidak kalah besar dengan yang mungkin Anda dapatkan di forex trading.

Bagi Anda yang sedang belajar cara investasi atau mencari diversifikasi aset, berikut ini adalah 5 alasan mengapa Anda perlu mempertimbangkan untuk trading di pasar komoditas.

Ketentuan Margin yang Sesuai

Dalam commodity trading, ketentuan margin yang ditetapkan telah disesuaikan dengan karakteristik masing-masing komoditas. Sebagai contoh, pada perdagangan emas, minimal margin ditetapkan adalah USD 1000 untuk 1 lot. Sementara pada komoditas oil, 1 lot memiliki margin minimal sebesar USD 2000. Dengan begitu, Anda dapat memaksimalkan potensi trading Anda sesuai jenis instrumen komoditas yang Anda pilih.

Tidak Akan Kehilangan Nilai
Sebuah keunikan yang hanya dimiliki aset-aset dalam pasar komoditas adalah adanya valuasi harga sebenarnya dari komoditas yang diperjual belikan. Sebagai contoh, jika nilai mata uang atau saham mungkin jatuh atau menjadi tidak berharga karena kekacauan ekonomi atau perusahaan pemilik saham mengalami bangkrut, maka tidak demikian halnya dengan komoditas.

Satu batang emas misalnya, tidak akan mungkin kehilangan harganya. Demikian pula dengan perak dan minyak. Meski harga jual beli pasti mengalami fluktuasi, aset komoditas Anda akan selalu berharga dan cenderung untuk mengalami peningkatan harga seiring berkurangnya cadangan mineral tersebut di bumi.

Likuiditas Tinggi
Sifat barang komoditas yang sangat diperlukan oleh industri maupun konsumen di seluruh dunia membuat likuiditasnya sangat tinggi. Anda tidak akan kesulitan mencari pembeli aset komoditas Anda saat melakukan trading online.

Diversifikasi yang Baik
Jika Anda ingin melakukan diversifikasi pada portofolio investasi Anda, maka komoditas barang berharga seperti emas, perak, dan oil adalah pilihan yang tepat. Sebab, barang-barang ini diperdagangkan di pasar berbeda yang memiliki karakter risiko berbeda.

Dengan begitu, jika investasi Anda di pasar finansial mengalami gangguan, Anda dapat mengamankan aset dan dana Anda di pasar komoditas, dan demikian pula sebaliknya.

Bergerak Berdasarkan Fundamental
Pasar komoditas dikenal memiliki pergerakan yang didasari perubahan harga fundamental barang-barang tersebut. Dengan demikian, Anda dapat melakukan analisis fundamental dengan lebih akurat saat trading di commodity market.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Volatilitas Tinggi VS Rendah, Mana Yang Terbaik?


Banyak trader yang mengeluh di forum-forum karena belum juga mendapatkan profit trading memuaskan. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa trader bisa mengalami loss saat trading. Salah satunya adalah salah dalam memilih momentum, karena tak bisa menyesuaikan diri dengan volatilitas tinggi ataupun rendah.

Berdasarkan volatilitasnya, mata uang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu mata uang bervolatilitas tinggi, stabil, dan rendah. Nah, trader forex sebelum trading harus bisa melihat hal tersebut. Pada pembahasan kali ini, penulis akan menyoroti perbedaan trading saat volatilitas tinggi vs rendah. Manakah yang terbaik untuk trader forex?

Apa Itu Volatilitas Mata Uang?

Volatilitas adalah naik turunnya harga valas di pasar finansial. Jika mata uang dikategorikan memiliki volatilitas tinggi, berarti harga naik dan turun dengan cepat sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu. Sebaliknya, mata uang yang dikategorikan memiliki volatilitas rendah jarang mengalami lonjakan harga, sehingga selisih harga terendah dan tertingginya tidak begitu jauh.

Perubahan volatilitas pada pair mata uang bisa terjadi karena sentimen pasar akibat berita tertentu, rilis berita fundamental penting, atau ulah para spekulan yang masuk dalam jumlah besar pada saat volume perdagangan sedang tipis atau likuiditasnya sedang menurun.

Cara Mengukur Volatilitas Pada Pair Mata Uang

Volatilitas adalah salah satu bagian vital dari sistem trading forex karena menggambarkan fluktuasi pergerakan harga pair mata uang tertentu. Dengan mengetahui jenis mata uang bervolatilitas tinggi atau rendah, trader dapat menyiapkan strategi trading terbaik.

Umumnya, trading saat volatilitas tinggi sangat tidak disarankan, khususnya untuk trader pemula karena terlalu berisiko. Begitu juga trading saat volatilitas terlalu rendah, dikhawatirkan akan menghambat trader mendapatkan target profit yang diinginkan.

Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mengetahui mata uang memiliki volatilitas tinggi atau rendah? Ada beberapa cara yang biasa digunakan oleh trader forex profesional, yaitu dengan menggunakan indikator teknikal ataupun mengikuti rilis berita.

1. Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Ada banyak pilihan indikator teknikal yang bisa dipilih berdasarkan fungsi atau kegunaan masing-masing. Salah satu indikator yang paling umum digunakan oleh trader forex untuk mengukur volatilitas dalah Bollinger Bands. Agar mendapat hasil yang lebih akurat, biasanya Bollinger Bands digabungkan dengan indikator lain seperti Moving Average (MA).

2. Mengikuti Rilis Berita Fundamental

Seperti yang telah disinggung di atas, salah satu faktor penggerak harga di pasar forex adalah rilis berita fundamental. Berita fundamental juga perlu disimak, karena trading hanya menggunakan analisa teknikal tentu tidak akan cukup. Jadi, yang paling baik adalah menyeimbangkan antara analisa teknikal dan fundamental agar trader bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar dan momen paling tepat untuk membuka posisi.

Untuk mewaspadai perubahan volatilitas secara ekstrem, beberapa contoh berita fundamental yang wajib disimak oleh trader forex di antaranya adalah saat terjadi pengumuman suku bunga, pemilu, pidato tokoh penting, dan lain-lain. Jika Anda sangat awam mengenai analisa fundamental, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memperlajari istilah-istilah berita fundamental terlebih dahulu.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Strategi Forex

Pasar Forex memiliki sejumlah hukum – situasi yang sama yang muncul secara teratur, dan jelas bahwa ada sejumlah pendekatan standar dengan efisiensi yang telah berulang kali terbukti. Perilaku algoritmik dipicu ketika pasar mencapai keadaan tertentu disebut strategi Forex. Strategi forex biasanya dibangun oleh para trader dan trader profesional sejak awal tidak memiliki banyak pengalaman tangan pertama.

Membangun strategi Forex Anda sendiri bisa menjadi titik awal yang baik untuk mengembangkan pola perilaku sendiri yang membuat pekerjaan trader menjadi nyaman dan memberikan hasil yang stabil . Perlu diketahui bahwa kebanyakan strategi forex yang paling cocok bagi seorang trader adalah manakala strategi tersebut mempertimbangkan temperamen pribadi, kebiasaan, dan cara berpikir. Oleh karena itu, seseorang harus selalu mengasah strategi untuk bisa meningkatkan efisiensi.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Ini Alasan Mengapa Overtrading Dalam Forex Trading Buruk Bagi Portofolio Anda


Dalam dunia forex trading, dikenal istilah overtrading, atau kegiatan trading yang berlebihan. Seorang trader dikatakan overtrading jika ia terlalu sering melakukan transaksi forex hingga melewati batas kewajaran transaksi pada umumnya.
Meski kadang hal tersebut berpotensi memberikan profit lebih, overtrading justru lebih sering memberikan dampak negatif pada portofolio trading dan aset Anda secara keseluruhan. Sebab, overtrading hampir selalu menimbulkan risiko-risiko berikut ini:

Kehilangan Kesempatan

Banyak trader yang terjebak dalam over trading justru melewatkan kesempatan meraih profit yang sebenarnya dapat mereka raih. Hal ini disebabkan perhitungan yang salah dan kurang matang yang menyebabkan proses analisis pada kondisi pasar terganggu. Efeknya, trader tersebut kemungkinan besar membuka atau menutup posisi pada waktu dan pasangan mata uang yang salah, sehingga melewatkan kesempatan yang sedang terbuka di pasangan mata uang lain.

Manajemen Keuangan yang Buruk

Saat seorang trader membuka terlalu banyak posisi, ia akan kesulitan melakukan manajemen keuangan yang seharusnya pada tiap posisi perdagangannya. Bahkan, besar kemungkinan, trader tersebut tidak menyadari bahwa beberapa posisi tradingnya sudah mengalami kerugian cukup besar akibat banyaknya posisi yang harus dipantau setiap saat.

Trading dengan Gegabah

Yang tidak kalah penting, overtrading juga dapat membuat Anda menjadi emosional dan memutuskan untuk melakukan trading di luar rencana trading yang telah Anda buat. Hal ini rentan terjadi pada trader yang telah mengalami kerugian cukup besar dari posisi perdagangan sebelumnya.

Keinginan untuk segera menutup kerugian itu dapat membuat trader tersebut membuka kembali posisi trading selanjutnya tanpa analisis dan persiapan yang matang. Tentunya hal ini akan semakin memperbesar risiko dan menambah kemungkinan rugi dari posisi trading tersebut.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Tahu Kapan Berita Penting Rilis

Selain mengandalkan hasil price action setelah rilisnya suatu berita, penting pula bagi news trader untuk mengetahui kapan biasanya berita signifikan akan diumumkan.

Anda bisa menggunakan tool kalender forex. Di sana terdapat daftar agenda ekonomi negara-negara mata uang mayor. Trader bisa mem-filter peristiwa-peristiwa yang dianggap berdampak tinggi atau menengah, karena rilis berita yang berdampak kecil kurang bisa memicu volatilitas yang dibutuhkan untuk masuk pasar.

Teknik news trading yang disarankan Bennett adalah untuk menjauhi mata uang yang berpotensi terkena dampak tinggi dari suatu peristiwa atau rilis data penting. Misalnya saja, apabila keputusan suku bunga RBA akan tiba tak lama lagi, maka sebaiknya jauhi Dolar Australia minimal 24 jam sebelum peristiwa itu terjadi.

Sebagai trader price action, Justin Bennett juga sangat waspada terhadap rilis data berdampak sangat tinggi yang membuatnya tidak trading sama sekali, di antaranya seperti:

  • Non-farm payroll (NFP), yakni data berisikan perubahan jumlah tenaga kerja Amerika Serikat di semua sektor dengan pengecualian pegawai pemerintah, pegawai rumah tangga, pegawai yang bekerja pada organisasi LSM (non-profit/nirlaba), dan karyawan sektor pertanian.
  • Kebijakan suku bunga The Fed.
  • Berita tak terduga di akhir pekan.
  • Pemilu AS.
Dengan mengetahui kapan berita penting rilis, news trader bisa menghindari trading berisiko tinggi akibat reaksi market. Lebih baik menunggu hingga hasil price action terlihat, lalu mengambil keputusan. Dengan begitu Anda mengkombinasikan teknik news trading dengan price action trading demi memetik profit yang maksimal.

Seberapa Lama Berita Berefek pada Market?

Sebuah riset yang dipublikasi di Journal of International Money and Finance pada 2004 oleh Martin D.D. Evans dan Richard K. Lyons, berusaha mengungkapkan durasi suatu berita akan mempengaruhi kondisi pasar.

Pasar masih bisa dipengaruhi atau bereaksi pada berita selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Riset itu menyimpulkan efeknya masih berimbas pada hari pertama atau kedua, tapi tidak begitu terlihat pada hari keempat.

Dengan mengetahui kondisi psikologi pasar ini, Anda bisa memaksimalkan teknik news trading dengan mengukur kapan hasil price action terlihat setelah rilisnya suatu berita.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Mitos Umum Dalam Trading Forex

Perputaran modal di pasar forex yang mencapai trilyunan US dollar per hari adalah yang terbesar didunia. Jumlah modal dan pelaku yang terlibat di pasar ini meningkat dari waktu ke waktu, mulai dari trader retail, broker, bank, institusi hingga pemain besar lainnya. Trading di pasar forex tergolong beresiko tinggi dengan perolehan yang besar (high risk high return), dan yang membuat pasar forex menarik adalah waktu trading yang tak terbatas dari Minggu malam hingga Sabtu dini hari serta bisa dilakukan diseluruh penjuru dunia dengan dukungan teknologi on-line yang terus berkembang.

Secara logika, trading di pasar forex bisa menghasilkan keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen per hari, tetapi juga bisa menyebabkan kehilangan dana dalam jumlah yang sama. Menilik kenyataan ini, ada beberapa mitos yang beredar dan lebih merupakan kesalahan dalam memahami konsep trading di pasar forex. Beberapa mitos yang umum adalah:

1. Anda harus menjadi pakar ekonomi untuk bisa trading di pasar forex.
Anggapan ini tidak benar. Jika para pakar di bidang ekonomi pasti akan mahir jika terjun di pasar forex, kenapa tidak banyak ahli ekonomi yang menjadi trader profesional?, bahkan sebagian besar dari mereka cenderung untuk menjadi pengamat atau analis.
Para profesional yang bekerja di bank-bank dan institusi keuangan besar datang dari berbagai latar belakang pendidikan yang kadang tidak berhubungan dengan ilmu ekonomi. Trader forex profesional juga tidak semuanya berlatar belakang pendidikan ekonomi.
Faktor utama yang menunjang keberhasilan seorang trader forex adalah kecepatan reaksinya terhadap perubahan pasar, penerapan management resiko yang memadai dan persepsinya yang kuat terhadap arah pergerakan harga pasar. Yang menarik hal ini biasanya diperoleh seseorang secara otodidak dan eksperimental, dan tidak diajarkan secara formal di institusi pendidikan ekonomi.

2. Anda perlu modal besar untuk terjun di pasar forex.
Saat ini modal besar untuk trading forex sudah bukan jamannya lagi. Seperti mungkin telah Anda ketahui, banyak broker yang menawarkan account mini dan account micro bahkan account nano dimana hanya dengan US$ 1.00 Anda sudah bisa trading di pasar forex, bahkan ada broker yang memberikan modal cuma-cuma untuk digunakan trading.
Mungkin 20 tahun yang lalu, hanya bank-bank dan institusi keuangan besar atau fund manager dengan dana yang cukup besar saja yang bisa terjun di pasar forex, tetapi dengan perkembangan teknologi online dan persaingan para broker yang sangat ketat menyebabkan perubahan regulasi yang memungkinkan setiap orang berpartisipasi dalam trading di pasar forex. Jadi mitos tersebut bisa dianggap kuno atau sudah tidak berlaku lagi di jaman sekarang.

3. Trading di pasar forex sebenarnya mudah.
Ya, melakukan download dan install platform trading memang mudah, bahkan melakukan setup program untuk robot trading juga tidak sulit. Namun, trading di pasar forex dengan dana riil dan menghasilkan profit yang konsisten tidak mudah dilakukan.
Para trader profesional jatuh bangun sebelum terbiasa dengan sistem trading yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Bukan sistem trading saja, faktor pengendalian emosi adalah yang paling sulit dilakukan ketika trading, perlu waktu yang cukup lama untuk melatihnya. Mitos ini berlaku bagi mereka yang belum pernah terjun secara nyata di pasar forex.

4. Anda harus memantau pasar 24 jam penuh.
Anggapan ini mungkin benar 30 tahun yang lalu dimana para trader mesti melakukan transaksinya melalui broker lewat bagian dealing-nya baik untuk membuka ataupun menutup sebuah posisi. Anda mesti selalu memantau pergerakan harga guna mengetahui status perkembangan posisi Anda. Namun, dengan perkembangan internet saat ini yang memungkinkan Anda trading secara on-line, Anda bisa entry dan exit setiap waktu tanpa harus berhubungan dengan broker.
Selain itu, berbagai fasilitas seperti stop loss, target profit dan trailing stop membuat Anda sangat fleksibel dalam trading dan tidak harus meminitor layar komputer terus menerus. Mitos memantau pasar 24 jam tersebut juga bisa dianggap kuno dan tidak berlaku lagi di jaman sekarang.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Cara Meningkatkan Hasil Perdagangan Anda dengan Rutin Harian & Mingguan.


Sebagai manusia, kita cenderung melakukan yang terbaik ketika kita memiliki rutinitas yang tertata dengan baik. Kekacauan adalah sesuatu yang sebagian besar dari kita cenderung untuk menghindari sifat manusia. Dengan berdagang, memiliki rutinitas membawa tingkat kedisiplinan tertentu yang membantu Anda meningkatkan kinerja sebagai pedagang. Memiliki rutinitas perdagangan membantu Anda mengikuti proses perdagangan dan pada saat yang sama akan membantu Anda untuk menghindari mengambil keputusan perdagangan impulsif, baik itu memasuki atau keluar dari perdagangan sebelum waktunya. Pedagang profesional, apakah mereka memperdagangkan mata uang atau obligasi, atau saham mengikuti rutinitas.

Jadi rutinitas macam apa yang paling berhasil? Langkah-langkah berikut ini akan membantu bertindak sebagai pedoman untuk membangun rutinitas perdagangan Anda sendiri.

Apa pun rutinitas yang Anda ikuti, kemungkinan besar mereka akan jatuh ke dalam tiga kategori ini:

Psikologis : Aspek psikologis dari rutinitas perdagangan dapat bersifat pribadi dan subyektif. Bagi sebagian orang, mengawali hari dengan latihan singkat, sementara untuk beberapa meditasi juga berhasil. Menemukan sedikit rutinitas untuk mempersiapkan pikiran Anda untuk hari yang akan datang dan juga untuk menjernihkan gangguan apa pun dapat memberikan hasil langsung dalam cara Anda menghadapi emosi saat berdagang.

Informasi : Aspek informasi dari transaksi perdagangan dengan menjaga telinga ke pasar. Ringkasan cepat dari acara hari sebelumnya dan membaca apa yang harus dinanti-nantikan, untuk hari atau minggu dapat membantu Anda untuk fokus pada instrumen selektif daripada memilih instrumen untuk diperdagangkan secara acak.

Analisis : Bagian analisis dari rutinitas perdagangan jika tentu saja menghabiskan waktu dengan analisis Anda pada grafik. Membuat catatan dan melakukan pekerjaan dasar awal seperti manajemen risiko dan sebagainya.

Eksekusi & Manajemen : Bagian pelaksanaan rutin adalah di mana semua kerja keras Anda diuji. Melakukan perdagangan bisa sederhana tetapi mengelola perdagangan Anda sehingga perdagangan yang menang tidak berubah menjadi pecundang atau gagal memotong kerugian Anda memainkan gambaran yang lebih besar.

Rencanakan perdagangan Anda dan perdagangan rencana Anda

Ini adalah ungkapan umum di kalangan lingkaran perdagangan. Tetapi apakah perencanaan perdagangan hanya berarti, menganalisis grafik dan kemudian berdagang atau ada lebih dari ini?

Untuk pedagang yang aktif berdagang pasar forex, satu-satunya ‘waktu tenang’ yang kita dapatkan adalah selama akhir pekan ketika pasar ditutup. Merencanakan perdagangan Anda selama akhir pekan dapat membantu Anda memilih pasangan mata uang yang menjadi fokus dan juga akan memberi Anda keunggulan ketika Anda menggabungkan kedua fundamental teknis dan yang berlaku yang mendorong pasar.

Menetapkan prosedur

Menetapkan rutinitas atau prosedur dapat membantu Anda mengikuti jalur tertentu. Misalnya, jika Anda benar-benar serius tentang perdagangan, mulailah dengan menganalisis grafik Anda selama akhir pekan. Bebas dari kebisingan dan dengan pasar mata uang ditutup, Anda dapat mengambil waktu Anda sendiri untuk menyusun analisis dan kesimpulan Anda.

Setelah rencana Anda disusun selama akhir pekan, yang biasanya akan menggabungkan fundamental dan teknis, juga fokus pada aspek perdagangan atau manajemen risiko. Hal-hal kecil seperti seberapa besar risiko pada perdagangan atau menemukan pasangan berkorelasi dengan perdagangan dapat membantu meningkatkan strategi Anda.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Pengertian Neraca Perdagangan

Secara sederhana, neraca perdagangan atau trade balance adalah selisih nilai total ekspor suatu negara dikurangi dengan nilai total impornya. Karenanya, ada dua situasi dalam neraca perdagangan, yaitu situasi Neraca Perdagangan Surplus dan Defisit.

Setiap negara akan mempublikasikan laporan neraca perdagangan secara berkala, biasanya dalam tempo bulanan atau kuartalan. Hasilnya diamati oleh pemerintah, bank sentral, investor, spekulan, dan para pemain pasar lainnya sebagai bahan pertimbangan. Selain itu, kondisi surplus atau defisit juga bisa berdampak pada nilai tukar mata uang.

Dampak Neraca Perdagangan Surplus

Jika nilai total ekspor suatu negara lebih besar dari nilai total impornya, maka neraca perdagangan dikatakan mengalami surplus. Dalam hal ini artinya negara tersebut mampu menjual produk-produk yang dihasilkan dengan nilai total lebih banyak dari nilai total barang dan jasa yang dibelinya dari negara-negara lain. Pendapatan yang diperoleh dari total ekspor lebih besar dari pengeluaran untuk impor, sehingga mengalami surplus.

Secara umum, hal ini berarti perekonomian negara tersebut relatif lebih kuat dibandingkan negara partner dagangnya. Sebagai dampak neraca perdagangan surplus, nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat terhadap negara partner dagang.

Dalam jangka panjang, nilai tukar akan makin menguat jika negara tersebut mampu mempertahankan kondisi surplus neraca perdagangannya. Di sisi lain, penguatan nilai tukar mata uang bisa mengakibatkan harga produk-produk yang diekspor lebih mahal dari produk-produk yang diimpor, sehingga berimbas pada penurunan daya saing produk ekspor negara tersebut. Oleh karena itu, guna menjaga surplus perdagangan, pemerintah perlu mengendalikan kekuatan nilai tukar mata uangnya agar tak menguat secara berlebihan.

Dampak Neraca Perdagangan Defisit

Sebaliknya, jika total pengeluaran suatu negara untuk impor lebih besar dari total yang diperolehnya dari ekspor, maka artinya negara tersebut membeli lebih banyak produk-produk dari negara partner dagangnya dibandingkan negara tersebut menjual produk-produknya ke negara lain. Dalam hal ini neraca perdagangan dikatakan mengalami defisit.

Secara umum, hal ini berarti perekonomian negara partner dagang relatif lebih kuat dibandingkan negara tersebut. Sebagai dampak neraca perdagangan defisit, mata uang negara partner dagang cenderung menguat, sedangkan mata uang negara tersebut cenderung melemah terhadap mata uang negara partner dagang.

Pelemahan nilai tukar mata uang dalam jangka panjang bisa mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor dari mancanegara menjadi lebih mahal dibanding produk-produk yang diekspor. Jika kondisi ini dimanfaatkan dengan baik, negara tersebut semestinya dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor dan menggenjot ekspor, agar ke depan tak lagi mengalami defisit. Namun, jika impor tetap tinggi, maka lama-kelamaan bisa menggerogoti kekayaan negara karena harus membayar lebih banyak kepada pihak lain, sementara pendapatan minim.

Perlu untuk diketahui juga. Negara dengan neraca perdagangan defisit akan cenderung untuk memperlemah (men-devaluasi) nilai tukar mata uangnya agar bisa membuat harga produk-produk ekspornya lebih kompetitif. Produk-produk ekspor yang lebih kompetitif diharapkan akan meningkatkan volume ekspor, dan pada akhirnya mempersempit defisit neraca perdagangan. Jika nanti neraca perdagangan kembali surplus, maka dalam jangka panjang, nilai tukar mata uang negara tersebut dapat kembali menguat.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Waspadalah Terhadap Beban Tambahan Tak Terduga

Broker unggulan akan memberikan pelayan pada kliennya sesuai dengan tawaran-tawaran tertulis di laman subskripsi, entah diantaranya nilai aktual low spread atau keakuratan eksekusi cepat. Idealnya, semua biaya dan beban trading akan ditampilkan oleh platform mereka tiap kali klien mentransmisikan permintaan (order buy atau sell).

Namun pada prakteknya, ada beberapa faktor di mana beban tambahan akan ditanggung oleh klien pada saat pasar dalam kondisi tidak normal atau volatilitas tinggi dengan likuiditas terbatas. Antara lain adalah faktor slippage dan melebarnya spread (floating spread).

Slippage dan floating spread dapat saja terjadi meskipun Anda telah memilih broker unggulan. Hal itu akan terjadi terutama pada saat market mengalami lonjakan harga secara tiba-tiba karena pelaku pasar bereaksi dengan cepat terhadap rilis berita ekonomi. Misalnya saat rilis berita NFP atau GDP, keseimbangan antara jumlah posisi pembeli dan penjual akan segera berubah menjadi condong ke satu pihak saja.

Slippage

Slippage pada kondisi market tersebut bisa saja membebani klien lebih besar daripada jumlah spread rujukan. Misalnya pada kasus berikut:

Trader A membuka order buy pada pair EURUSD dengan harga permintaan 1.13050. Namun karena kondisi pasar sedang mengalami lonjakan, akhirnya harga tereksekusi (filled order) pada 1.13053. Sedangkan saat itu broker menawarkan low spread sebesar 0.1 pip. Jelas bahwa slippage sebesar 0.3 pip tersebut telah melebihi spread tertulis.

Total 0.4 pip dari contoh di atas mungkin terasa kecil dan remeh. Namun jika Anda menggunakan lot lebih dari satu dan leverage di atas margin 1% (1:100), nilai realisasi dari 0.4 pip akan cukup menggerogoti deposit Anda.

Requote umumnya akan ditawarkan broker apabila slippage terjadi. Bergantung dari tipe platform broker Anda, bisa saja slippage menguntungkan jika harga tereksekusi lebih baik dari harga permintaan.

Floating Spread

Konsep dasar dari floating spread adalah berubahnya nilai spread bergantung dari volume posisi penjual melawan pembeli. Semakin condong dominasi salah satu pihak maka akan semakin lebar (besar) pula nilai spread.

Broker unggulan mungkin menawarkan fixed spread di mana nilai dipatok pada nilai low spread tertentu. Tapi bisa saja patokan tadi terkompromi karena kondisi pasar sedang tidak seimbang seperti contoh kondisi pasar saat rilis berita berdampak besar di atas.

Nah, fitur low spread yang ditawarkan broker unggulan Anda pada hakikatnya adalah nilai spread terendah pada kondisi pasar normal. Umumnya trader akan tergoda untuk membuka posisi-posisi baru saat pasar dalam kondisi trending kuat (di mana salah satu pihak mendominasi arah harga). Ingat potensi spread melebar juga harus Anda perhitungkan jika Anda tidak ingin deposit tergerus pelan-pelan.


 

Rahmatrabani

Trader baru
Nilai Nosional vs Nilai Pasar: Apa Perbedaannya?

Nilai Nosional vs Nilai Pasar: Tinjauan. Nilai nosional dan nilai pasar keduanya menggambarkan nilai sekuritas. Nilai nosional berbicara tentang seberapa banyak nilai total yang dikendalikan secara teoritis oleh keamanan — itu adalah jumlah opsi, ke depan, berjangka, dan mata uang asing. Nilai pasar adalah harga sekuritas yang dapat dibeli atau dijual di pasar.

Nilai pasar sering digunakan untuk merujuk pada kapitalisasi pasar dari perusahaan publik dan ditentukan dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham saat ini.

POIN KUNCI

  • Nilai nosional adalah nilai total suatu posisi, berapa banyak nilai yang dikendalikan suatu posisi atau jumlah yang disepakati dalam kontrak berjangka.
  • Nilai pasar adalah harga keamanan yang disepakati, yang ditetapkan oleh pembeli dan penjual di pasar.
  • Nilai nosional menyumbang nilai total posisi, sedangkan nilai pasar adalah harga di mana posisi dapat dibeli atau dijual, sebagaimana ditetapkan oleh pasar.
Nilai Nosional

Nilai nosional adalah jumlah total aset dasar sekuritas pada harga spotnya. Nilai nosional membedakan antara jumlah uang yang diinvestasikan dan jumlah uang yang terkait dengan seluruh transaksi. Nilai nosional dihitung dengan mengalikan unit dalam satu kontrak dengan harga spot.

Misalnya, anggaplah seorang investor ingin membeli satu kontrak berjangka emas. Kontrak berjangka membebani pembeli 100 troy ons emas. Jika emas berjangka ditrading pada $1.300, maka satu kontrak emas berjangka memiliki nilai nosional sebesar $130.000.

Nilai nosional dapat digunakan dalam berjangka dan saham. Tetapi lebih sering dilihat dan digunakan dalam lima cara berikut: melalui swap suku bunga, pertukaran total pengembalian, opsi ekuitas, pertukaran mata uang asing dan derivatif mata uang asing, dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

Dengan swap suku bunga, nilai nosional digunakan untuk menghasilkan jumlah bunga yang harus dibayarkan. Dengan total return swap, nilai nosional digunakan sebagai bagian dari beberapa perhitungan yang menentukan nilai tukar. Dengan opsi ekuitas, nilai nosional mengacu pada nilai yang dikendalikan opsi. Dengan pertukaran mata uang asing dan derivatif mata uang asing, nilai nosional digunakan untuk menilai mata uang.

Penting : Nilai nosional menyumbang nilai total posisi, sedangkan nilai pasar adalah harga di mana posisi dapat dibeli atau dijual, sebagaimana ditetapkan oleh pasar.

Nilai pasar

Nilai pasar sangat berbeda dari nilai nosional. Nilai pasar adalah harga sekuritas yang disepakati oleh pembeli dan penjual di pasar. Nilai pasar sekuritas dihitung dengan menentukan penawaran dan permintaan sekuritas. Berbeda dengan nilai nosional, yang menentukan nilai total sekuritas berdasarkan spesifikasi kontraknya, nilai pasar adalah harga satu unit sekuritas.

Misalnya, asumsikan bahwa indeks berjangka S&P 500 ditrading pada $2,700. Nilai pasar dari satu unit Indeks S&P 500 adalah $2.700. Sebaliknya, nilai nosional dari satu kontrak berjangka Indeks S&P adalah $675.000 ($2.700*250) karena satu kontrak berjangka Indeks S&P memanfaatkan 250 unit indeks.

Nilai pasar perusahaan adalah indikasi yang baik tentang persepsi investor tentang prospek bisnisnya. Rentang nilai pasar di pasar sangat besar, mulai dari kurang dari $1 juta untuk perusahaan terkecil hingga ratusan miliar untuk perusahaan terbesar dan paling sukses di dunia.

Nilai pasar dapat berfluktuasi banyak selama periode waktu dan secara substansial dipengaruhi oleh siklus bisnis. Nilai pasar dapat jatuh selama pasar beruang yang menyertai resesi, dan sering naik selama pasar bullish yang merupakan fitur ekspansi ekonomi.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Dasar- dasar Trading Forex
1.Membawa sistematis transaksi pertukaran mata uang di Forex biasanya disebut sebagai "trading Forex" atau "dealing mata uang". pedagang swasta (trader individual) memiliki kesempatan untuk bekerja di Forex melalui Internet secara eksklusif melalui perantara broker Forex yang memenuhi syarat yang memastikan bahwa pedagang memiliki akses ke infrastruktur yang diperlukan untuk perdagangan Forex.

Forex merupakan pasar global transaksi mata uang - salah satu segmen terbesar dari pasar keuangan global. Dalam organisasi dan aspek teknikal, Forex berfungsi sebagai sistem dari bank, bersatu ke jaringan informasi umum dan sistematis melakukan transaksi non tunai untuk pertukaran mata uang satu sama lain. Perlu dicatat bahwa awalnya Forex bukan pertukaran dalam artian legal dan organisasi.

Transaksi pertukaran mata uang standar yang dilakukan oleh peserta Forex dapat memiliki spesifik yang berbeda tergantung pada tujuan apa yang mereka kejar:

1. Spekulasi mata uang (menghasilkan profit jika harga penjualan mata uang dengan transaksi pertukaran mata uang lebih tinggi dari harga pembelian);
2. Hedging operasi (mengasuransikan berbagai transaksi komersial dan aset dalam mata uang asing dari perubahan yang tidak diinginkan dari nilai mata uang);
3. Transaksi pertukaran mata uang yang dilakukan oleh pihak Forex apabila diperlukan dan tidak mengejar tujuan spekulasi (misalnya, importir membeli, dan eksportir menjual mata uang asing, yang ditetapkan oleh spesifik aktivitas perdagangan luar negeri);
4. Operasi intervensi yang dilakukan oleh bank sentral dari berbagai negara di Forex dengan tujuan mengatur nilai tukar mata untuk kepentingan pembangunan ekonomi negara-negara tertentu (dilaksanakan dengan cara melakukan transaksi mata uang dalam volume besar yang dapat mempengaruhi nilai tukar tertentu mata uang).

 

Rahmatrabani

Trader baru
5 Tanda bahwa Anda Sudah Siap Untuk Live Trading Akun


Berikut ini lima tanda yang harus Anda cari :

1. Anda dapat menghasilkan keuntungan secara KONSISTEN.

Membuat keuntungan yang konsisten dan memenangkan SEMUA waktu tidaklah sama. Tidak ada satu pun trader forex ternama yang dapat mengatakan bahwa ia tidak pernah kehilangan satu pun perdagangan dalam seluruh karir perdagangannya. Mengingat kondisi pasar yang selalu berubah, kehilangan adalah bagian dari pertempuran.

Jadi, jika Anda kehilangan perdagangan atau dua minggu ini, jangan menyalahkan diri sendiri. Tentu saja, fokuslah pada mengasah keterampilan Anda dalam menemukan pengaturan probabilitas tinggi dengan rasio reward-to-risk yang layak dan dapatkan strategi yang akan membantu Anda meminimalkan kerugian dan memaksimalkan kemenangan Anda.

Pastikan Anda juga memantau profitabilitas Anda di akun demo Anda setiap bulan. Dengan begitu, Anda akan tahu apakah Anda berada di jalur yang benar, sehingga akan lebih mudah bagi Anda untuk melihat apa yang harus anda kerjakan.

2. Anda memiliki aturan manajemen risiko yang jelas yang Anda patuhi sepanjang waktu.

Mereka mengatakan bahwa 50% kesuksesan Anda dalam perdagangan ditentukan oleh kemampuan Anda untuk menemukan pengaturan yang baik. 50% lainnya bersandar pada manajemen risiko yang tepat.

Dengan demikian, memiliki seperangkat aturan manajemen risiko yang matang juga harus ada di dalam daftar ceklis saya.

Ada saatnya pasar menjadi liar, membuat Anda meragukan analisis dan keterampilan perdagangan Anda. Selama waktu ini yang menguji ketangguhan mental Anda, rencana manajemen risiko Anda mungkin merupakan satu-satunya hal yang dapat melindungi akun Anda.

Sebelum Anda mulai berpikir untuk melakukan Live Trading, Anda harus memeriksa diri sendiri jika Anda memiliki seperangkat aturan yang terdefinisi dengan jelas yang dapat memberi tahu Anda ketika Anda sudah cukup kehilangan atau Anda sudah terlalu banyak melakukan trading atau lainnya, Anda akan hanya merusak dirimu sendiri.

Jika Anda belum menjabarkan aturan manajemen risiko Anda, Anda dapat mulai dengan memasukkan risiko persentase, penarikan maksimum yang dapat Anda toleransi, dan kapan menghentikan perdagangan setelah serangkaian kerugian dalam jurnal perdagangan Anda.

3. Anda tidak kehilangan ketenangan ketika perdagangan Anda kalah.

Apakah Anda masih panik ketika perdagangan Anda melawan Anda? Jika Anda melakukannya, Anda mungkin ingin berpikir ulang tentang investasi moolah Anda yang susah payah.

Saya tahu, tidak mudah untuk tetap tenang ketika Anda melihat bahwa Anda kehilangan uang. Jadi apa yang harus anda lakukan? Buat rencana perdagangan terperinci dan ikuti!

Dengan memiliki sebuah rencana untuk fokus, Anda akan dapat berpikir jernih dan mengevaluasi apa yang telah berubah dalam perdagangan Anda sejak Anda melihat pengaturan atau jika fundamental telah bergeser untuk membantu Anda memutuskan apakah akan bertahan atau tidak.

4. Anda tidak mengambil kerugian Anda terlalu keras.

Seandainya Anda berakhir dengan kerusakan di akun anda, Anda jangan terlalu terasa terhadap diri sendiri, tidak peduli seberapa kecil atau besar kerugiannya.

Sebaliknya, Anda tetap tenang dan mengidentifikasi apa yang salah dan faktor teknis dan fundamental apa yang memengaruhi perdagangan Anda.

Ingatlah bahwa level-headedness seperti itu biasanya tercapai, tidak hanya ketika Anda merencanakan perdagangan Anda dengan benar dan menghitung risiko Anda sebelumnya, tetapi setelah melakukannya secara konsisten selama beberapa waktu. Tidak ada substitusi untuk mencapai kesuksesan selain praktik yang disengaja dan mendapatkan pengalaman.

5. Anda sangat nyaman dengan broker dan platform perdagangan Anda.

Sebelum Anda membuka akun live dan mempertaruhkan uang sebenarnya pada perdagangan Anda, Anda harus mengetahui seluk-beluk platform perdagangan Anda dengan sangat baik. Anda tidak ingin tiba-tiba menyadari bahwa Anda tidak tahu cara keluar dari perdagangan hanya ketika Anda akan datang, kan?

Selain itu, Anda harus terbiasa dengan slippage dan spread pip broker Anda yang biasa sehingga Anda dapat memperhitungkannya saat mengatur pesanan.

Inilah sebabnya kami mendorong Anda untuk berlatih dengan akun demo dari broker yang sama dengan yang Anda rencanakan untuk membuka akun live.

Terakhir tetapi tentu tidak sedikit, Anda harus dapat menghubungi broker Anda dengan mudah jika ada masalah dengan akun Anda. Anda akan mempercayakan mereka dengan uang hasil jerih payah Anda

Izinkan saya mengakhiri dengan cara yang sederhana: Bahkan jika Anda dapat memeriksa semua item di daftar ini, itu tetap tidak akan menjamin bahwa keberhasilan perdagangan Anda melalui demo akan direplikasi pada akun live Anda.

Ingat bahwa faktor psikologis juga akan ikut bermain. Inilah mengapa penting juga untuk menumbuhkan modal psikologis Anda sebelum Anda mempertaruhkan uang nyata pada ide perdagangan Anda.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Scalper dan Broker​

Ada 2 jenis scalper yaitu:

1.Scalper Aktif

Scalper aktif adalah seorang scalper yang melakukan eksekusi puluhan kali dalam sehari .Biasanya trader ini adalah trader yang jeli melihat signal serta ulet.

2.Scalper Pasif


Scalpers Pasif adalah seorang Scalpers yang lebih mengutamakan kualitas lot daripada jumlah pips, jadi dalam sekali open posisi dia membuka eksekusi dengan lot besar. Scalper pasif hanya melakukan 2-3 kali trading untuk mencapai target profit dalam sehari.

Jika anda ingin menjadi seorang scalper , yang paling harus diperhatikan adalah kecepatan koneksi dengan server broker.karena targetnya pendek maka jangan sampai kita mendapatkan harga masukan yang tidak bagus akibat adanya delay karena lambatnya koneksi.Koneksi internet yang lambat ini pada kenyataannya telah banyak membuat scalper bangkrut. Yang berawal dari emosi karena terlambat masuk dan keluar market.

Pemilihan broker forex dibawah, didasarkan atas kriteria:

  • Tingkat layanan yg cukup bagus, dengan batas-batas komplain yg sewajarnya.
  • Mensupport Metatrader yg merupakan aplikasi trading forex yg paling populer saat ini.
  • Kemudahan dalam administrasi (Registrasi, Deposit, Penarikan)
  • Beregulasi, walau minimum hanya dalam tingkat regulasi negara dimana broker itu berdiri.
  • Setiap broker forex pasti ada plus dan minusnya.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Pengertian Investasi dan Cara Mengetahui Legalitasnya


Anda kemungkinan pernah mendapat saran agar menyisihkan pendapatan untuk investasi, bukan hanya menghabiskannya untuk kebutuhan primer dan hiburan saja. Atau boleh jadi, Anda pernah mempertimbangkan sejumlah investasi dalam bentuk saham, reksa dana, forex, atau malah bitcoin. Namun, apakah Anda sudah tahu pengertian investasi? Perlu diketahui, banyak orang tak memahami investasi, sehingga malah terjebak dalam penipuan ilegal.

Apa itu Investasi?

Investasi adalah aset yang diperoleh dengan target untuk menghasilkan pendapatan atau pertambahan nilai di masa depan. Dalam istilah ekonomi, aktivitas investasi adalah pembelian barang yang tidak untuk dikonsumsi sekarang, melainkan untuk digunakan dalam penciptaan kekayaan kelak. Sedangkan dapat istilah keuangan, sebuah investasi adalah aset moneter yang dibeli dengan harapan agar aset tersebut akan memberikan pendapatan di masa depan atau dapat dijual dengan harga lebih tinggi untuk mendapat keuntungan.

Singkatnya, investasi selalu mengandung sedikitnya tiga aspek, yakni:

  1. Kondisi aset saat ini, termasuk waktu, modal, dan energi yang dibutuhkan untuk memperolehnya.
  2. Harapan bagi kenaikan nilai aset di masa depan hingga melebihi jerih payah yang dikeluarkan untuk memperolehnya.
  3. Probabilitas keuntungan muncul bersama risiko kerugian.
Investasi sangat berkaitan dengan konsep “time value of money“. Dengan demikian, aset investasi mencakup apa saja yang berpotensi menghasilkan nilai lebih tinggi di masa depan, baik itu berupa properti, saham, obligasi, atau aset lain. Aktivitas memproduksi barang atau membuat keputusan yang akan memberi imbal hasil berharga di masa depan juga dapat dipandang sebagai investasi, misalnya membeli lukisan seniman ternama, mengikuti pendidikan magister (S2), dll.

Investasi berdampak positif bagi perekonomian, karena meningkatkan jumlah modal yang tersedia untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Umpama seorang pengusaha menambah penanaman saham untuk ekspansi sebuah perusahaan kertas dengan mesin dan lokasi pabrik baru, maka peningkatan produksi pabrik kertas tersebut akan mendorong rekrutmen lebih banyak karyawan, menaikkan gaji karyawan, dan pada akhirnya, meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) negara.

Bagaimana Cara Investasi yang Legal?

Investasi maupun trading bukanlah perkara sepele. Calon investor perlu mempelajari aset investasi yang diminati terlebih dahulu agar dapat mengendalikan risiko yang terkandung di dalamnya. Selain itu, calon investor juga perlu memilah investasi mana yang benar-benar legal dan sah secara hukum.

Banyak orang terburu-buru berinvestasi tanpa tahu apa-apa tentang aset yang dibelinya, kemudian patah arang karena terpaksa menanggung kerugian besar. Lebih banyak lagi orang yang tergiur iming-iming scam berkedok investasi, sehingga akhirnya modal ludes dibawa lari penipu. Oleh karena itu, setiap calon investor harus memperkaya wawasan sebelum menanamkan modal. Investor juga harus dapat membedakan investasi mana yang legal dan illegal.

Cara membedakan investasi legal dan ilegal sebenarnya sangat mudah. Perhatikan saja dua hal ini:

  1. Semua aktivitas investasi memiliki peluang untung dan rugi. Jadi, jika ada pihak yang menawarkan investasi dengan jaminan keuntungan yang sangat bersar dan bersifat tetap, maka ia kemungkinan penipu.
  2. Semua aktivitas investasi legal harus terdaftar pada lembaga pengawas di negara tempat investasi tersebut diadakan. Jadi, jika ada pihak yang menawarkan investasi tanpa dapat di-crosscheck status perijinannya, berarti ia kemungkinan penipu.
Sebenarnya ada banyak sekali cara investasi legal di sekitar kita. Model investasi paling sederhana bisa diakses melalui bank-bank terdekat. Anda juga bisa mulai investasi hanya dengan mengunduh aplikasi mobile di ponsel. Berikut ini beberapa alternatif cara investasi legal yang dapat dipilih:

  1. Investasi perbankan: Tahukah Anda, perbankan bukan hanya menyediakan fasilitas untuk menyimpan, mengirim, dan meminjam uang saja. Perbankan juga dapat memfasilitasi investasi melalui program seperti deposito berjangka, tabungan terencana, obligasi, dana pensiun, dan masih banyak lagi. Untuk mengaksesnya, Anda cukup datang ke kantor cabang bank terdekat, lalu menyampaikan minat investasi kepada bagian Customer Service.
  2. Investasi saham: Agar dapat melakukan jual-beli saham, pertama-tama Anda harus membuka rekening efek di sebuah perusahaan sekuritas. Saat ini, caranya sudah dipermudah berkat teknologi terkini. Anda dapat mendaftar secara online maupun offline. Para pemula juga bisa mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk belajar seluk-beluk investasi saham, kemudian langsung mengisi formulir pembukaan rekening efek di tempat yang sama. Semua perusahaan sekuritas legal seharusnya sudah mendapatkan ijin dari BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  3. Investasi reksa dana: Dahulu, investasi reksa dana hanya bisa dilakukan dengan mendaftar ke perusahaan sekuritas. Namun, sekarang sudah banyak agen penjual reksa dana online. Anda cukup mencari aplikasi investasi reksa dana di Google PlayStore atau Apple AppStore, mengunduhnya, mengisi formulir pendaftaran singkat, kemudian langsung membandingkan dan memilih produk reksa dana mana yang diperkirakan akan paling menguntungkan. Semua agen penjual reksa dana harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  4. Investasi emas: Investasi emas juga telah dipermudah oleh kehadiran teknologi. Anda masih bisa membeli emas batangan atau koin secara langsung di Gerai Antam atau toko emas, tetapi Anda juga bisa membeli emas digital melalui aplikasi jual beli emas online. Bebas antri, harga bersaing, dan keamanan lebih terjamin. Penyedia jasa investasi emas biasanya berkaitan dengan toko emas, Antam, pegadaian, atau aplikasi online yang mendapatkan ijin dari Bappebti.
  5. Investasi forex: Banyak orang sering memperdebatkan apakah forex itu termasuk investasi atau trading. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa perdagangan forex dapat menghasilkan keuntungan fantastis. Untuk ikut andil, Anda cukup mendaftar ke suatu broker forex, lalu membuka akun demo. Akun demo merupakan sarana belajar dan simulasi trading forex agar Anda dapat mengenal bisnis ini lebih dalam sebelum menanamkan modal besar. Broker forex legal seharusnya sudah mendapatkan perijinan lengkap dari Bappebti Indonesia atau lembaga regulator forex dari negara lain.
Nah, diantara kelima alternatif investasi legal di atas, mana yang akan Anda pilih? Selain itu, masih ada banyak investasi lain yang bonafide, misalnya P2P Lending dan investasi properti. Setiap jenis investasi memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Agar sukses berinvestasi, Anda perlu mempelajari karakter aset-nya dulu dan mengetahui bagaimana cara menghasilkan keuntungan, sejak jauh-jauh hari sebelum menyetorkan modal berapa pun kepada pihak mana pun.

 

Rahmatrabani

Trader baru
5 Tips Asyik Belajar Trading Forex


Trading forex itu sepintas nampak mudah, tetapi sebenarnya kompleks. Karenanya, banyak pemula yang baru belajar trading forex mudah patah semangat. Berbagai keluhan diutarakan, seperti bingung melihat chart, open buy ternyata harga turun, broker suka rekayasa harga, dan lain sebagainya. Padahal, semua itu sebagiannya bisa jadi disebabkan oleh ketidaktahuan awal saja yang akan sirna seiring dengan meningkatnya pemahaman kita.

Tapi, bagaimana cara belajar trading forex yang asyik, bisa membantu kita memahami teknik main forex tanpa marah-marah dan banyak keluh kesah? Berikut beberapa tips-nya.

1. Jangan Buru-Buru Deposit
Ya, tips nomor satu adalah jangan buru-buru deposit. Dalam dunia trading forex ada yang namanya "Akun Demo" yang disediakan secara gratis oleh broker, dimana kita semua bisa mencoba-coba bertrading dengan uang virtual senilai hingga ribuan dolar. Memang trading akun demo ini berbeda rasanya dengan trading akun riil, tetapi jika membaca grafik dan melihat kondisi pasar saja belum bisa, apalah artinya deposit!? Menyumbang suka rela ke kantong broker!?

Untuk mendapatkan akun demo ini, cukup mendaftar ke beberapa broker yang menyediakannya, lalu mengunduh platform trading, dan cobalah bermain-main disitu. Beberapa hari setelah mendaftar, petugas CS broker bisa jadi akan menghubungi untuk menghimbau kita agar deposit, tetapi saran saya: jangan deposit dulu sebelum minimal tahu bagaimana cara mendapatkan profit di akun demo.

2. Bergabung Dengan Forum Trader

Forum trader sekarang sudah banyak ada di kota-kota besar di Indonesia, bisa dihimpun oleh IB/affiliate broker, seminar atau workshop master trader tertentu, maupun sekedar perkumpulan ngobrol trader-trader independen. Di era internet ini pun, forum trader ada yang offline dan online. Artinya, meskipun tak bisa menemukan forum trader di daerah domisili, Anda tetap bisa bergabung dengan forum diskusi di dunia maya.

Diantara forum trader online yang bisa diikuti: forexfactory.com (bahasa Inggris), kaskus.co.id, dan indo.mt5.com. Dari forum trader online juga bisa diikuti dengan kopi darat jika berjumpa dengan rekan sewilayah. Dengan adanya teman yang bisa diajak berbincang, maka bisa mendapatkan motivasi sekaligus pencerahan ketika menemui kesulitan.

3. Buat Catatan Lucu
Tips nomor tiga ini barangkali lebih tepat bila Anda masih berjiwa muda dan suka iseng, tetapi sebenarnya bisa diterapkan siapa saja. Ingatkah ketika masih di jaman sekolah dulu mencoret-coret buku diktat dengan stabilo atau bolpoin berwarna-warni? Pelajaran yang membosankan pun jadi menyenangkan dan menghafal bisa lebih mudah.

Demikian pula, meskipun baru belajar trading forex di akun demo atau sudah mencoba akun riil, buatlah catatan kegiatan trading Anda. Jurnal trading seperti ini bisa sekedar berupa coret-coretan pena saja sampai screenshot grafik trading. Tapi kalau hanya itu saja, bagaimana bisa mengingat apa-apa yang harus dipelajari atau layak diingat? Jika Anda mudah lupa seperti saya, maka mungkin akan ada manfaatnya membuat jurnal trading dengan tinta warna-warni atau malah tempelan stiker lucu.

4. Mendaftar Ke Broker Penyedia Bonus Tanpa Deposit
Kalau sudah getol ingin coba bertrading dengan uang riil yang jumlahnya tidak sebesar uang virtual di akun demo, maka cobalah mendaftar akun riil di broker yang menyediakan fasilitas bonus tanpa deposit. Dalam akun semacam ini, Anda cukup mendaftar, lalu akan seketika mendapatkan dana sebesar $5, $10, sampai $100 (tergantung ketentuan masing-masing broker) yang bisa langsung digunakan bertrading. Diantara broker yang menyediakan akun trading forex semacam ini adalah: Fxchief.asia, FXOpen, InstaForex, dan lain-lain
.
Biasanya, cukup sulit untuk menarik dana profit dari akun trading semacam ini, tetapi cocok bagi pemula untuk berlatih karena jumlah dana yang sangat terbatas padahal berlaku kondisi trading riil. Bukan tidak mungkin juga jika merasa cocok dengan broker tersebut lalu menambah isi deposit untuk mulai serius bertrading.

5. Ikut Kontes Trading Demo
Merasa sudah cukup mumpuni dan ingin tahu seberapa tangkas dibanding trader lain? Tak ada salahnya untuk mengikuti kontes trading di akun demo yang juga banyak digelar broker secara berkala, seperti Fxchief-indonesia . Tanpa perlu deposit, Anda cukup mendaftar, mendapatkan akun dengan dana virtual, lalu berlomba mendapatkan profit sebesar-besarnya. Jika beruntung masuk ke jajaran pemenang, maka bisa mendapatkan hadiah berupa dana untuk bertrading maupun uang yang bisa ditarik tunai.

Selain itu, rival Anda nantinya bukan hanya trader pemula, tetapi juga trader berpengalaman yang mengincar prestise maupun hadiah. Sebagai pemula yang masih belajar trading forex, disini mental Anda akan diuji. Berkejaran dengan waktu, mengincar peluang di pasar, berebut posisi di tangga pemenang, ada keseruan tersendiri yang bisa jadi akan dirasakan; apalagi kalau belakangan ternyata menang.


 

Rahmatrabani

Trader baru
3 Pelanggaran Aturan Broker Forex yang Sering Dilakukan Trader


Trader yang sudah lama malang-melintang di belantara forex hampir pasti pernah menerima email teguran atau peringatan dari broker. Isinya berkisar mulai dari "gagal withdraw karena dana tidak mencukupi" hingga "Anda diduga melakukan pelanggaran xxx sehingga keuntungan dibatalkan", dan masih banyak lagi. Teguran dan peringatan seperti itu berhubungan dengan berbagai pelanggaran aturan broker forex yang sering dilakukan trader tanpa sengaja, karena memang tidak tahu atau mengira kalau broker memperbolehkannya.

Pelanggaran semacam itu dapat mengakibatkan trader mengalami kerugian yang cukup besar. Padahal, jika mengenalinya sejak awal, maka trader bisa menghindari dengan mudah. Nah, untuk membantu Anda mengenali "ranjau" semacam ini, simaklah tiga jenis pelanggaran aturan broker forex yang sering dilakukan trader berikut ini.

1. Tarik Dana (Withdrawal) Saat Ada Posisi Floating

Pada dasarnya, trader bisa menarik dana dari broker kapan saja. Namun, jika Anda melakukannya saat masih ada posisi yang belum close, alias masih floating, maka upaya menarik dana bisa gagal. Mengapa? Karena fluktuasi harga di pasar bisa berpengaruh negatif hingga balance Anda tak mencukupi jumlah withdrawal. Selain itu, banyak broker melarang penarikan dana saat ada posisi floating karena available margin (free margin) bisa anjlok mendadak setelah withdrawal, hingga mengakibatkan Anda rentan kena margin call (MC).

Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda menarik dana dari akun hanya setelah semua posisi di-close. Saat mengisi formulir penarikan dana, pastikan juga bahwa setiap kolom sudah diisi sebagaimana mestinya, tanpa kekeliruan seperti salah ketik yang bisa berakibat fatal.

2. Trading Forex dengan IP Berubah-ubah

IP (Internet Protocol) adalah "alamat" bagi komputer atau gadget Anda yang memberi tahu internet kemana mereka bisa mengirim email atau data lainnya. Alamat IP bagi komputer atau gadget Anda bisa tetap, juga bisa berubah-ubah. Konon ada upaya yang bisa dilakukan agar IP tak berganti-ganti, tetapi umumnya IP yang kita gunakan dapat berubah meski kita menggunakan satu ISP yang sama.

IP tetap atau berubah-ubah semestinya tidak menjadi masalah besar. Namun, ada beberapa trader mendapatkan teguran karena dituduh IP berubah-ubah, kemudian uang dalam akun tak bisa di-withdraw. Jadi, apakah trading forex harus dengan satu IP yang sama saja, atau boleh berubah-ubah?

Lazimnya broker forex memperbolehkan trading forex dengan IP berubah-ubah. Namun, ada situasi tertentu yang mungkin membuat mereka melarangnya, misalnya saat kontes trading forex atau promosi akun berbonus besar. Dalam kasus-kasus seperti itu, trader yang ingin berpartisipasi dalam kontes trading atau mendapatkan akun berbonus besar, seringkali dilarang menggunakan IP yang berubah-ubah.

Untuk menanggulangi masalah ini, sebaiknya Anda mencermati syarat dan ketentuan kontes atau bonus yang ingin diikuti. Konfirmasi langsung dengan kontak layanan pelanggan broker apabila masih belum jelas. Pelanggaran aturan broker forex yang satu ini bisa dihindari dengan mudah jika Anda mencermati Terms and Condition saat pendaftaran awal.

3. Arbitrase...atau Dituduh Melakukan Arbitrase

Arbitrase merupakan suatu teknik trading yang kontroversial, memanfaatkan selisih kuotasi harga dari dua atau lebih broker forex. Teknik ini berpotensi merugikan broker, sehingga mayoritas broker melarang arbitrase meskipun memperbolehkan segala jenis teknik trading lainnya. Namun, seringkali terjadi pula suatu broker menuduh trader melakukan arbitrase, padahal sang trader tak melakukan hal itu. Apa pasal?

Dalam hal ini, ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh trader: broker tidak akan tahu apakah Anda melakukan arbitrase atau tidak, kecuali jika beberapa broker Anda punya penyedia likuiditas yang sama, atau Anda menggunakan tools terlarang yang dapat dideteksi oleh pihak broker. Karenanya, kebanyakan tuduhan arbitrase yang dijatuhkan terhadap trader itu justru tak berbukti dan tak beralasan. Tak usah berpikir panjang-panjang, karena boleh jadi kesalahannya bukan terletak pada Anda sebagai trader.

Bahkan, jika menerima surat dari broker yang muatannya menuduh Anda melakukan arbitrase (padahal Anda sama sekali tak melakukan hal itu) sehingga mereka memangkas profit Anda secara sepihak, maka Anda bisa menganggap bahwa broker bertindak curang. Dalam insiden semacam itu, Anda mungkin tidak akan bisa mendapatkan kembali uang Anda yang 'digunting' broker. Namun, Anda tentunya bisa pindah ke broker forex lain yang lebih bonafid.

 

Rahmatrabani

Trader baru
Istilah – istilah Yang Sering Ditemui Oleh Trader Forex


Saat ini kemajuan teknologi memberikan perkembangan yang sangat signitifikan bagi pergerakan mata uang di pasar forex . Ketika suatu berita ekonomi dirilis, para pelaku pasar langsung bereaksi dengan cepat dan memberikan dampak bagi nilai tukar mata uang.

Pada tulisan ini kita akan membahas tentang beberapa istilah yang sering Anda jumpai sebagai seorang trader forex, seperti:

Bullish dan Bearish

Seorang trader membeli dan menjual pasangan mata uang berdasarkan analisanya (teknikal atau fundamental). Jika trader berharap harga akan naik, maka trader tersebut akan melakukan entry buy dengan sentimen bullish. Begitu juga sebaliknya ketika trader berharap harga bergerak turun, maka dia menambah sentimen bearish.

Bisa juga ketika harga sedang bergerak trending Up (Uptrend) maka kondisi itu juga bisa dikatakan sebagai pasar bullish. Atau ketika harga bergerak trending down (Downtrend), disebut sebagai bearish.

Bullish artinya pasar sedang dipenuhi dengan sentimen para pelaku pasar yang berharap harga akan terus bergerak naik. Bearish artinya pasar sedang dipenuhi dengan sentimen pasar yang berharap harga akan terus bergerak turun.

Hawkish atau Dovish

Hawkish atau Dovish merupakan sebutan dari sebuah sikap yang ditunjukan oleh bank sentral kepada publik. Hawkish adalah sebuah istilah yang dimaksudkan kepada bank sentral ketika menunjukan sikap optimis. Contoh saja ketika Ketua Federal Reserve menyatakan bahwa ia yakin dan percaya diri dengan pertumbuhan ekonomi, maka pasar akan menyimpulkan bahwa ketua Fed menunjukan sikap hawkish. Biasanya setelah pasar menyimpulkan sikap suatu bank sentral hawkish, maka mata uang yang bersangkutan akan menguat.

Sementara Dovish adalah sebuah istilah yang dimaksudkan kepada bank sentral ketika menunjukan sikap pesimis. Contoh ketika RBA mengatakan bahwa mereka khawatir dan jika suku bunga terlalu tinggi akan membebani ekonomi khususnya sektor perdagangan. Maka saat itu juga pasar akan menyimpulkan bahwa RBA menunjukan sikap dovish dan mata uang Australia Dolar akan melemah.

Nama lain dari suatu Pair

Selain disebutkan dalam bentuk simbol, pasangan mata uang atau pair juga sering disebut dengan julukan mereka masing-masing, seperti:

EUR/USD disebut sebagai fiber. Jika Anda mendengar ada seorang hedge fund atau bankir mengatakan “Buy Fiber”, maka itu artinya Buy EUR/USD.

GBP/USD disebut sebagai cable. Selling Cable itu artinya aksi menjual pada pasangan GBP/USD. Kenapa disebut cable karena pada masa lampau perdagangan antara Poundsterling dengan Dolar AS dilakukan dengan menggunakan jalur hubungan antar kabel bawah laut. GBP/USD juga merupakan pair pertama yang diperdagangkan antar benua (Amerika – Inggris).

CAD disebut sebagai loonie. Selain itu banyak juga yang menyebutkan buy loonie artinya menjual pasangan USD/CAD. Sebenarnya julukan loonie juga berlaku bagi pair lain yang bersangkutan dengan mata uang Dolar Kanada.

NZD disebut sebagai kiwi. NZD sendiri merupakan singkatan dari Dolar Selandia Baru. Selain itu NZD juga disebut dolar kiwi. Pasangan NZD/USD juga disebut pair kiwi.

Aussie merupakan sebutan dari mata uang AUD. AUD sendiri singkatan dari Dolar Australia.

 
Top